Apa Itu Lean Startup ?

Apakah Anda termasuk salah satu pengusaha yang sedang membangun startup Indonesia ? Jika ya, Anda perlu mengetahui salah satu metode dalam pengembangan bisnis yang disebut dengan Lean Startup Methodology. Apa itu Lean Startup dan bagaimana metodenya bisa diaplikasikan demi kesuksesan bisnis Anda? 

Berbagai topik terkait startup sedang banyak didiskusikan. Fenomena ini berkembang seiring makin banyaknya minat pebisnis atau calon pebisnis yang ingin mengembangkan bisnis rintisan tidak hanya di luar negeri tetapi juga di dalam negeri. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan lahirnya 5 startup Unicorn pada 2019 nanti. Startup unicorn ini berarti startup yang memiliki value lebih dari US$1 miliar.

Lean Startup adalah sebuah perusahaan rintisan yang berfokus pada cepatnya proses penciptaan prototype agar dapat segera dilakukan pengujian langsung pada user atau waLkil dari target pasar. 

Feedback yang nantinya disampaikan oleh user atau penguji tersebut dapat digunakan untuk mengubah setiap aspek yang kurang menguntungkan atau berfungsi. Jadi intinya, asumsi perusahaan atau developer diuji dengan dilepaskannya prototype secara langsung ke realita pasar demi meminimalisir atau bahkan meniadakan pembuangan ( waste ) yang sia-sia baik berupa waktu, tenaga dan materi.

Metode yang digunakan untuk pengembangan bisnis tersebut dipopulerkan oleh Eric Ries , seorang lulusan Yale University yang menulis sebuah buku dengan judul “The Lean Startup”. Buku tersebut dipublikasikan pada September 2011. Sejak diterbitkannya buku tersebut, makin banyak perusahaan maupun kalangan bisnis yang memperbincangkannya dan mempraktikkannya. Lean Startup Methodology sekarang telah diajarkan di lebih dari 25 universitas.

Selain itu juga diajarkan melalui kursus online populer di Udacity.com. Lalu, di hampir setiap kota besar di seluruh dunia, Anda dapat menemukan organisasi atau event seperti Startup Weekend. Startup Weekend ini memperkenalkan metode Lean kepada ratusan calon pengusaha sekaligus dengan pertemuan santai. Pada pertemuan semacam itu, banyak tim startup dapat menghasilkan setengah lusin ide produk potensial hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Sejarah Singkat Lean Startup

Metodologi lean startup  terinspirasi dari lean manufacturing yang sudah pernah diaplikasikan, proses produksi efisien yang dipelopori oleh Taiichi Ohno. Baca juga: Apa itu Marketplace?

Nah Proses produksi tersebut menggabungkan prinsip yang digunakan oleh Henry Ford sejak tahun 1906 dan program TWI yang diperkenalkan ke Jepang pada tahun 1951. Setelah lebih dari 15 tahun melakukan percobaan, proses produksi ini berjalan stabil dan dapat direproduksi. Penggunaan istilah “lean” untuk menggambarkan sistem Ohno pertama kali dibukukan pada tahun 1990 dengan judul “The Machine That Changed the World”.

Sistem lean manufacturing menganggap limbah sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali sehingga dapat dimanfaatkan lagi. Lalu jika masih ada limbah yang dihasilkan, akan terus dilakukan pencarian cara agar limbah tersebut dapat dihilangkan. Secara khusus, sistem ini berfokus pada bagaimana meminimalkan persediaan di seluruh proses produksi atau pembuatan. 

Pada sebuah artikel yang diterbitkan dalam Harvard Business Review tahun 2013, mentor Ries, Steve Blank, menjelaskan bagaimana metodologi lean startup ini juga menjadi inspirasi dari karya orang-orang lainnya seperti Ian C. MacMillan dan Rita Gunther McGrath. Kedua orang tersebut mengembangkan sebuah teknik yang disebut dengan perencanaan berbasis penemuan. Teknik ini merupakan upaya untuk membawa pola pikir kewirausahaan ke perencanaan yang efektif.

Prinsip Dasar Lean Startup

  1. “Entrepeneurs are everywhere”

Anda perlu banyak mengamati perkembangan pasar atau bisnis yang ada di sekitar Anda dan mengembangkan startup Anda tidak dengan cara yang konvensional.

  1. “Entrepeneurship is management”

Sebuah startup adalah institusi, bukan hanya sebuah produk. Walaupun startup memang menghasilkan produk, tetapi startup tidak sama dengan produk. Jadi pengembangan startup itu sendiri membutuhkan manajemen, sebuah manajemen yang sesuai dengan konteksnya.

  1. “Validated Learning”

Startup ada bukan untuk menghasilkan sesuatu, menghasilkan uang, atau melayani customer. Startup ada untuk mempelajari bagaimana membuat sebuah bisnis yang kokoh dan berkelanjutan. 

Proses pembelajaran ini bisa divalidasi secara keilmuan, dengan menjalankan eksperimen yang bisa Anda tes setiap elemennya untuk disesuaikan dengan visi perusahaan Anda.

  1. “Innovation Accounting”

Untuk meningkatkan penghasilan sekaligus menjalankan kewirausahaan yang bertanggungjawab, Anda perlu fokus pada hal-hal berikut: bagaimana mengukur progress, bagaimana mengatur langkah usaha Anda selanjutnya, bagaimana memprioritaskan pekerjaan tertentu. Jadi terkait akuntansi, tidak hanya melihat data angka yang ada pada pembukuan, Anda perlu melihat progress yang dihasilkan.

  1. “Build-Measure-Learn”

Aktivitas paling mendasar dari sebuah startup adalah untuk mengubah ide menjadi produk, mengukur bagaimana respon atau tanggapan customer nantinya, dan kemudian belajar bagaimana untuk pindah haluan atau melanjutkan sesuai waktu yang tepat.

Manfaat memakai teknik Lean Startup

Di mana mereka mulai mencari model bisnis dan terlibat dengan pelanggan. Kemudian melakukan tatap muka dengan puluhan prospek gobal untuk mengekplorasi pasar dan mencari-cari ide aplikasi baru yang potensial.

Perbedaan Traditional Startup dan Lean Startup

Menurut adat atau tata cara yang konvensional, hal pertama yang harus dilakukan pendiri startup atau perusahaan adalah membuat rencana bisnis berupa dokumen statis. Dokumen ini menggambarkan bagaimana peluang bisnis mereka, apa masalah yang harus dipecahkan, dan solusi apa yang bisa diberikan bagi usaha baru tersebut. Biasanya, cara tersebut termasuk juga perkiraan pendapatannya dalam lima tahun mendatang, berapa besar keuntungan dan bagaimana arus kasnya.

Developer atau pengembang dari perusahaan Anda akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membangun dan meluncurkan produk kemudian menguji cobanya secara langsung pada user untuk mendapat masukan atau feedback. Kemudian, segera dilaksanakan perbaikan dan produk siap dikampanyekan di hadapan para investor potensial.

Jadi, tidak butuh perencanaan yang mengada-ada atau terlalu berandai-andai bahkan hingga periode perencanaan berjangka 5 tahun tersebut! Apa jadinya bila perencanaan bisnis yang sudah susah-susah dibuat dalam waktu cukup lama itu ternyata tak sesuai dengan realita bisnis nantinya? Anda membutuhkan kemampuan adaptasi atau fleksibilitas yang baik untuk mengembangkan usaha Anda dengan lebih cepat dan efisien. Gunakanlah metode Lean Startup ini.

Kisah Sukses Lean Startup 

  • Dropbox Drew Houston, CEO dan Founder dari Dropbox menemukan blog Lean Startup dan kemudian menerapkannya bagi startup yang sedang ia kelola. Ternyata, hasilnya sangat bagus, di mana proses penciptaan produk lebih cepat untuk memenuhi keinginan customer tepat seperti yang diharapkan oleh customer itu sendiri. Dengan menggunakan Lean Startup Methodology ini, hanya dalam kurun waktu 15 bulan Dropbox yang awalnya hanya memiliki jumlah user 100,000 menjadi 4000,000 user yang teregistrasi.
  • Wealthfront Sejak tahun 2009, Wealthfront dibuat untuk menyuguhkan proses yang lebih transparan terkait reksa dana, sebuah kemudahan akses dan nilai tambah bagi para investor kecil. Wealthfront mulanya hanyalah online game bernama kaChing, semacam liga fantasi untuk para investor amatir. Siapa saja waktu itu dapat membuka akun perdagangan virtual dan menyusun portofolio berdasarkan data pasar sungguhan tanpa berinvestasi sungguhan. Dengan mempraktikkan continuous development, kini Wealthfront telah memanajemen lebih dari $200M dan memproses dana sebesar $2M tiap harinya.
  • Grockit didirikan pada tahun 2007, Grockit merupakan situs jejaring sosial yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif. Perusahaan ini memakai metode agile development untuk menghasilkan produk dengan cepat. Pada hari-hari biasa, Grockit online learning ini melakukan host bagi 1,000 interaksi antar batas negara dengan mendukung user di 150 negara.

Kesimpulannya

Anda telah mengetahui apa itu definisi Lean Startup Methodology, mengapa penting bagi para pengembang startup, dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Semoga anda dapat mengambil ilmu dari pembahasan kita kali ini ya….

Add comment