Apa itu Marketplace?

Di artikel kali ini kita akan membahas mengenai apa itu marketplace?, untuk kamu yang nggak tau apa itu marketplace kamu wajib baca artikel ini yang dimana artikel ini akan membahas mulai dari pengertian marketplace, fungsinya, jenis-jenisnya, contohnya, kelebihan serta kekurangan dari marketplace. Yuk simak penjelasan di artikel ini.

Apa itu marketplace ?

marketplace merupakan pihak perantara yang mengakomodasi pihak penjual dan pihak pembeli di dalam dunia maya. Situs marketplace akan menjadi layaknya pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan fitur penjualan serta fasilitas pembayaran yang aman. Marketplace sendiri bisa kita artikan sebagai suatu department store-nya online store.

Manfaat marketplace bagi pebisnis

Jika kamu ingin Menjadi seorang pebisnis dituntut harus peka dalam perkembangan zaman, pintar dan teliti memanfaatkan peluang dan selalu berinovasi untuk mengrmbangkan bisnis anda menjadi bisnis yang sukses kedepannya. Dengan begitu diharapkan keuntungan yang didapatkan akan terus meningkat. Salah satu trend masa kini yang sedang berkembang adalah pemanfaatan internet.

Kini bagi anda yang ingin berbelanja tidak perlu repot lagi. Semakin canggihnya teknologi yang ada membuat anda bisa berbelanja secara online melalui perangkat smartphone yang anda miliki. Berbelanja secara online menjadi kesenangan tersendiri bagi pembeli, anda bisa memilih barang apa yang sesuai dengan kebutuhan dan akan anda beli.

Tidak semua tempat belanja online dapat langsung bertransaksi pembayaran secara realtime. Online shop saat ini tidak semua menerapkan pembayaran langsung pada saat belanja tergantung kebiasaan target pembelinya. 

Cara belanja online di Indonesia saat ini dimana pembeli dapat masih sering menanyakan harga atau pertanyaan apapun terkait produk kepada penjual secara langsung, dapat melalui Line, Whatsapp dan media sejenisnya bahkan sampai telepon. Berbeda dengan marketplace.

Jenis-jenis marketplace 

1. Marketplace Murni

Sistem kerjasama yang dilakukan dalam marketplace murni terjadi saat situs marketplace menyediakan fitur penjualan lapak untuk berjualan, lengkap dengan fasilitas pembayarannya. Penjual yang bekerjasama di dalamnya akan diberikan keleluasaan yang sangat banyak dibandingkan dengan kerjasama konsinyasi.

Setiap penjual diberi kewajiban untuk menyediakan deskripsi dan foto produknya sendiri. Selain itu, penjual juga bisa menerima penawaran harga yang dilakukan oleh pembeli. Jadi sebelum pembeli melakukan pembayaran, maka pihak pembeli bisa melakukan penawaran harga pada penjual.

Setelah mendapatkan harga yang cocok antara kedua belah pihak, maka pihak pembeli bisa mengirimkan sejumlah uang yang sudah disediakan oleh pihak marketplace.

Beberapa contoh marketplace yang terkenal dengan jenis kerjasama ini adalah Tokopedia, BliBli, Bukalapak, Elevenia, dan Blanja. Sedangkan beberapa contoh marketplace dari luar negeri yang terkenal di Indonesia adalah Shopee, Lazada, JD.id, Amazon dan Rakuten.

2. Marketplace Konsinyasi

Jenis kerjasama yang dilakukan dalam marketplace konsinyasi adalah lebih mirip seperti titip barang. Jadi, jika pihak penjual ingin melakukan kerjasama dengan situs marketplace ini, maka pihak penjual hanya perlu menyediakan produk dan detail informasi produknya ke pihak marketplace saja. Beberapa marketplace yang menyediakan jenis kerjasama konsinyasi adalah Zalora, dan Berrybenka.

Nantinya, pihak situs marketplace akan mengurus seluruh penjualan produk, dari mulai foto produk, gudang, pengiriman barang, serta fasilitas pembayaran. Jenis kerjasama ini sangat berbeda dengan kerjasama sebelumnya, karena pada jenis kerjasama ini pembeli tidak bisa melakukan penawaran karena seluruh harga dan alurnya sudah di atur dan ditangani oleh situs marketplace.

Pihak marketplace akan mengurus seluruh hal terkait penjualan dari mulai pengiriman barang foto, gudang, produk, hingga fasilitas pembayaran. Berbeda dengan jenis marketplace sebelumnya, di marketplace jenis ini pembeli tidak bisa melakukan penawaran harga karena semua alur transaksi ditangani oleh situs marketplace.

Perbedaan marketplace dengan online shop

  • Marketplace merupakan pihak perantara yang menyatukan penjual dengan pembeli. Sedangkan online shop sama sekali tidak membutuhkan perantara. Penjual akan langsung menjual produknya pada platform miliknya sendiri, jadi tidak memerlukan perantara sama sekali.
  • Online shop melakukan penjualan dengan platform yang akan menuntut kamu untuk bisa lebih mandiri. kamu harus membuat website, mengelola pemasaran dengan bantuan media sosial, dan harus berhubungan langsung dengan pelanggan.

Meskipun begitu, mengelola website online shop sendiri juga mempunyai banyak keuntungan tersendiri, terlebih lagi jika kamu sudah memiliki brand. Saat ini bahkan sudah banyak brand sukses yang membangun online shop nya  sendiri.

Contoh-contoh marketplace

  • Shopee

Shopee merupakan salah satu marketplace asal Singapura, marketplace ini sudah mengekspansi pasar Asia Tenggara sejak tahun 2015 lalu, termasuk ke Indonesia. Setelah empat tahun melakukan ekspansi, akhirnya shopee berhasil menduduki posisi marketplace terbesar ketiga di Indonesia.

  • Lazada

Nampaknya Lazada mulai merasa kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan marketplace lainnya. Walaupun pada tahun 2018 lalu marketplace ini mendapati banyak sekali pengunjung, namun pada tahun 2019 tahun lalu Lazada hanya mampu menduduki peringkat keempat dengan jumlah pengunjung 52.044.500 per bulan.

  • Tokopedia

Didirikan oleh William Tanuwijaya pada Februari 2009, Tokopedia merupakan salah satu marketplace yang sudah bergerak lama di Indonesia. Marketplace ini bahkan mendapat predikat sebagai marketplace terbesar dengan jumlah kunjungan per bulan sebanyak 137.200.900 pengunjung.

Selain itu, tokopedia juga termasuk ke dalam kategori salah satu startup unicorn Indonesia, yang artinya nilai valuasi Tokopedia sudah menyentuh angka lebih dari $1 miliar.

  • Blibli

Bli-bli merupakan marketplace karya PT Global Digital Niaga, salah satu anak perusahaan Djarum. Marketplace ini mampu menduduki peringkat kelima dengan jumlah total pengunjung bulanan sebanyak 32.597.200.

  • Bukalapak

Posisi kedua dipegang oleh Bukalapak yang sama-sama memiliki gelar startup unicorn layaknya Tokopedia. Bukalapak ini didirikan oleh Ahmad Zaky pada pada 2010 di Bandung, Jawa Barat. Selama ini, marketplace bukalapak sudah berhasil mengumpulkan 115.256.600 pengunjung per bulan di awal tahun 2019 lalu.

Kunjungan bulanan yang ada pada situs marketplace ini menyentuh angka 74.995.300. Marketplace yang termasuk ke dalam SEA Group ini mampu mencuri perhatian publik Indonesia dengan berbagai kampanye iklan kreatif, termasuk melibatkan selebritis Korea Selatan, Blackpink.

Kelebihan 

  •  Hanya Perlu Modal Minimal

Selain mudah, mendaftar di marketplace tidak dikenakan biaya. Bahkan, jika sebatas penjual reguler, tidak ada biaya layanan yang dibebankan. 

Bergantung marketplace yang kamu gunakan, kamu mungkin hanya akan berbagi profit sebesar 1% per produk jika melakukan upgrade. Tujuan upgrade status keanggotaan adalah mendapatkan berbagai keuntungan promosi dan tingkat kepercayaan pembeli. 

Namun, menjadi penjual reguler pun bukan halangan untuk meraih pendapatan dari penjualan produk kamu. 

  • Sistem Telah Tersedia

Kamu  tak perlu repot merancang sistem bagi bisnis online kamu. Marketplace sudah menyiapkan sarana berjualan kamu dengan baik. Mulai dari website dan platformnya, desain yang menarik, alur pembelian produk dan lainnya. 

Satu hal yang perlu kamu lakukan hanyalah mengunggah foto terbaik produk kamu. Tak lupa juga, berikan deskripsi yang mencerminkan keunggulan produk kamu. Dengan cara ini, produk kamu akan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya. 

  •  Pasar Sudah Terbentuk

Sesuai namanya, marketplace adalah sebuah pasar online. Artinya, pembeli akan langsung datang ke pasar jika membutuhkan sebuah produk.

Menggunakan contoh Etsy. 

Jika seseorang ingin membeli produk kerajinan tangan, ia tak perlu bingung mencari siapa penjual yang memiliki barang tersebut. Ia cukup datang ke pasar online dan membeli produk dengan mudah. 

Nama baik sebuah marketplace menentukan keberhasilan bisnis yang kamu jalankan. Baik dari kemudahan akses, hingga tingkat keamanan transaksi yang dikelolanya.

  •  Tidak Perlu Strategi Marketing

Kamu hanya perlu fokus kepada kualitas dan ketersediaan produk kamu ketika berjualan di marketplace. Bahkan, marketplace juga akan memikirkan bagaimana cara menarik semakin banyak orang datang ke platform mereka. Hal ini membutuhkan teknik SEO dan strategi pemasaran yang baik. Sekali lagi, kamu tidak perlu melakukan langkah tersebut sendiri.  

Kekurangan 

  • Tidak dapat Melakukan Retargeting

Sistem yang dibangun oleh marketplace bertujuan memudahkan transaksi. Mulai dari informasi harga, deskripsi produk, tata cara pengiriman barang, dan lainnya. Namun, semua data transaksi tersebut mutlak milik marketplace. 

Dengan kondisi ini, sebagai penjual, kamu akan kehilangan kesempatan untuk melakukan upaya menjual kembali ke konsumen yang sama (retargeting). Alasannya, tidak ada informasi yang kamu miliki untuk membangun sebuah daftar konsumen atau customers list

  •  Kurang Mendukung Branding

Pembeli yang baru melakukan transaksi di marketplace bisa jadi tidak mengetahui nama kamu sebagai penjualnya. Dalam benak mereka, transaksi dilakukan antara pembeli dan marketplace, bukan kamu. 

Dari segi bisnis, hal ini tidak menguntungkan. Sebab, kamu tidak dapat membangun brand kamu dengan baik. Seperti yang diketahui, branding bisa membantu kamu meningkatkan engagement dengan konsumen. Engagement adalah keterlibatan konsumen dengan produk kamu. 

  • Pasar Terbatas

Pada umumnya marketplace menyasar pada pasar tertentu. Selain terkait strategi bisnis, juga karena faktor biaya. Sebagai contoh, walaupun sebuah marketplace sukses di Indonesia, belum tentu terjadi kondisi sama di kawasan lain.

Kesimpulan 

Jadi pada dasarnya, marketplace merupakan platform perantara yang bertugas menghubungkan pihak pembeli dan penjual. Sementara itu, online shop merupakan situs pribadi milik perusahaan yang didalamnya melakukan penjualan tanpa perantara.

Setiap penjual atau perusahaan bisa membuat online shopnya sendiri sebagai wujud platform yang digunakan untuk menjual produknya secara langsung pada para pembeli. Jadi, perbedaan antara kedua platform ini adalah tersedia atau tidaknya peran perantara.

Sekian artikel mengenai marketplace, semoga bermanfaat yah..

Add comment