Bagaimana Tiongkok membangun aplikasi sendiri 

Tiongkok?siapa yang tidak kenal dengan negara yang satu ini. Tiongkok  merupakan negara yang saat ini terkenal mampu memegang kendali atas ekonomi dunia.

Perdagangan dan industri di Tiongkok sangat lah maju dan hal ini juga kemudian disusul oleh berkembangnya teknologi di Negeri Matahari Terbit ini secara cepat. 

China menyatakan akan lebih membuka ekonominya kepada dunia. WTO (world trade organization)yang sering disebut-sebut dengan Organisasi Perdagangan Dunia yang mendesak pemerintah China agar membuat perdagangannya lebih terbuka lagi.

Berawal dari aplikasi skype yang diblokir oleh pemerintah China untuk memutuskan  aplikasi Skype dari peredaran Internet di negara komunis tersebut. Dengan diblokir nya aplikasi Skype, hal ini menambah daftar panjang aplikasi dari perusahaan teknologi raksasa dunia yang diblokir di Tiongkok.

Hal ini dilakukan lantaran pemerintah China terlalu ketat memberi aturan penyensoran terhadap aplikasi asing di negara tersebut. Biasanya ada dua alasan dibalik kebijakan penyensoran, politik dan ekonomi.

Belakangan, pemerintah China terus memperkuat sensor negaranya yang dikenal sebagai Great Firewall, meniru istilah peninggalan sejarah terkenal di China, Great Wall (Tembok Besar China).

Lalu apa sebenarnya alasan kuat pemerintah Tiongkok memblokir situs serta aplikasi yang nyatanya bisa memudahkan kehidupan masyarakatnya?

  • Keamanan Negara

Jika kita siasati semua aplikasi yang diblokir Tingkok hampir semuanya bukanlah buatan Negara Tiongkok. Maka dari itu kita bisa menyimpulkan bahwa Negara Tiongkok lebih mengutamana keamanan negaranya.

  • Keamanan politik

Pemerintah China tidak mau masyarakat membaca konten-konten negatif yang dapat menganggu kenyamanan dan keamanan negara, apalagi informasi yang dapat menyudutkan pemerintah negara China itu sendiri. 

  • Memberi kesempatan lokal berkembang

Alasan pemerinth Tiongkok yang ketiga yaitu, seolah memberikan kesempatan bagi pelaku startup dalam negeri untuk memanfaatkan pasar di negara mereka sendiri. Karena Tiongkok telah menyadari jika suatu negara sudah bisa menguasai pasar dunia maka negara itu akan menjadi saingannya.

Beberapa aplikasi yang tidak akan ditemukan di negara Tiongkok seperti Google, Instagram, Whatsapp, Telegram, Fecebook, Twitter, Snapchat, Pinterest, Line, Website, E-book dan beberapa aplikasi yang lainnya.

Pemerintah China juga membuat sensor ketat terhadap konten digital, seperti Konten Apple iBook dan iTunes Movies yang menawarkan streaming karakter Disney dimatikan dan layanan streaming Netflix.

Bahkan pemerintah China juga membatasi beredarnya film barat di bioskop-bioskop di China. Dalam setahun, hanya 34 judul film barat yang boleh diputar di berbagai bioskop.

Meski dilarang, warga Tiongkok sebenarnya masih bisa mengakses berbagai layanan tersebut menggunakan layanan VPN. Namun hal ini tidak akan berlangsung lama karena pemerintah Cina juga berencana untuk memblokir berbagai aplikasi dan layanan VPN di negaranya tersebut.

Hal tersebut memang tidak mengejutkan, setelah selama ini Tiongkok melarang layanan asing masuk ke negaranya, dan mereka membuat versi mereka sendiri. 

Namun, tak banyak yang tahu bahwa ternyata ada beberapa aplikasi populer yang berasal dari Tiongkok dan kebanyakaan digunakan oleh seluruh masyarakatnya. Beberapa Aplikasi buatan Tiongkok menggantikan semua aplikasi yang dilarang digunakan di Negara tirai bamboo ini.

Dan inilah beberapa aplikasi populer yang diciptkan oleh Tiongkok :

1.WeChat

 Aplikasi WeChat merupakan aplikasi multi fungsi berbentuk pesan instan milik Negara tiongkok berfungsi untuk belanja daring hingga berfungsi sebagai dompet digital. Wechat yang merupakan aplikasi pengganti whatsapp. Dan berdasarkan data dari statis, wechat telah mencatat 1 miliar pengguna secara global.

2. Youku Tudou

Youku Tudou merupakan salah satu platform video streaming yang paling popular di gunakan oleh masyarakat Tiongkok dan menggantikan posisi YouTube. Youku Tudo telah masuk ke peringkat 50 sebagai situs yang paling sering dikunjungi. Berdasarkan DMR statis platform pada Agustus 2019 memiliki jumlah sebanyak 580 juta pengguna.

3. Baidu
Baidu yang cukup familiar sebagai mesin pencarian yang menggantikan fungsi Google. Baidu juga berperan pengganti sebagai aplikasi  Google maps yang digunakan oleh masyarakat Tiongkok. 

Didirikan pada tahun 2000, dengan menawarkan situs ensiklopedia yang dibuat secara kolaboratif dan menyediakan layanan penyimpanan data di cloud dengan penyimpanan 2 TB(Terabyte).

4. Weibo

Nah, aplikasih buatan china selanjutnya adalah weibo, Apabila dunia punya aplikasi Twitter, Negara yang satu ini pun tidak mau kalah. Tiongkok yang melaraang twitter masuk ke negaranya, menggantikan aplikasi twitter dengan aplikasih buatannya sendiri yaitu Weibo. 

Ternyata aplikasi weibo tidak hanya sebagai pengganti twitter melainkan sebagai pengganti aplikasi fecebook juga. Weibo yang sudah digunakan oleh 30 persen pengguna internet di china. Pada tahun 2017, 209 juta pengguna telah terdaftar di perusahaan berbasis di Beijing. Sedangkan pada kuartal kedua ditahun 2019, weibo mencatat 480 juta pengguna yang sangat aktif.

5. Didi Chuxing
Selayakanya transportasi onine seperti Gojek dan Grab, China juga memiliki aplikasi transportasi online buatan negaranya sendiri yaitu Didi Chuxing. Aplikasi ini menggantikan aplikasi transportasi online serupa seperti Gojek dan Grab.

6. Taobao 

Taobao merupakan platform jual beli online untuk konsumen Tiongkok yang sangat populer di kalangan generasi Z. Aplikasi ini memiliki banyak kegunaan, mulai dari menonton tayangan livestreaming, melakukan tanya-jawab seputar ulasan atau spesifikasi pada suatu produk, serta membeli barang-barang yang termasuk kedalam daftar rekomendasi pada halaman utama aplikasi. 

Aplikasi Taobao buatan Tiongkok yang satu ini menggantika aplikasi jual beli online seperti shopee, lazada, bahkan toko pedia.

7. Qzone

QZone merupakan layanan jejaring sosial yang dikembangkan oleh Negara China, yang dimana QZone memungkinkan para pengguna untuk berbagai foto, mendengarkan lagu, menulis blog, menonton video dan lain sebagainya. 

8. Tiktok

TikTok adalah layanan jaringan video sharing yang ramai dibicarakan di dunia.TikTok diunduh di Apple App Store pada awal tahun 2018. Menurut perusahaan analisis pasar, Sensor Tower, mengalahkan raksasa seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat.

Situs ini berhasil meraup 2 miliar juta pengguna, tidak hanya di Negara tiongkok melainkan di seluruh dunia.

Hemzz, Coba kamu bayangkan disaat kamu masih bisa mengupload foto di Instagram, mengupdate status di Facebook, atau nonton video di Youtube, tetapi semua aplikasi dan situs diatas diblokir juga di Indonesia. 

Nah, Apakah yang akan kamu lakukan untuk mengisi hari-hari kamu tanpa aplikasi itu ? apakah kamu akan bertahan dengan situasi seperti ini ?  

Kesimpulan 

Jadi kesimpulannya adalah, Tiongkok yang merupakan Negara komunis yang tidak ingin data privasi negaranya di ketahui oleh Negara lain. Dengan itu Negara Tiongkok memblokir semua aplikasi dari Negara lain demi mengutamakan keamanan privasi negaranya dengan alasan yang kuat. 

Dan tidak mungkin pemerintah Tiongkok tidak punya alasan yang kuat untuk melarang semua masyarakatnya untuk tidak menggunakan aplikasi dari Negara lain dan menggantikanya dengan aplikasi buatan mereka.

Add comment