Belajar Mengenali Ketepatan Waktu Dari Nikhil Kamath

Dulu Jualan Hp Bekas, Sekarang Jadi Miliarder Termuda Di India

Sekali lagi Nikhil Kamath membuktikan kepada kita kalau orang sukses tidak mesti sukses dalam bidang akademis. Faktanya, miliarder termuda ini memutuskan untuk berhenti sekolah di usia 14 tahun.

Nikhil Kamath adalah seorang pria biasa namun memiliki kekayaan yang tidak biasa. Salah satu contoh orang yang berhasil sukses di usia yang terbilang masih sangat muda, 34 tahun.

Di artikel kali ini kita akan belajar dari Nikhil Kamath bagaimana waktu bisa mengajari kita tentang kesuksesan.

Apakah temen-temen pernah mendengar nama Nikhil Kamath ? 

Nah jika belum, semoga dengan artikel ini kalian dapat lebih mengetahui kisah inspiratif dari pria sukses ini. Baca juga: Voice search vs Visual search.

Siapa sangka co-founder dan juga chief investment officer dari zerodha ini dulunya pernah berjualan hp bekas. Zerodha sendiri adalah salah satu platform trading saham terbesar di india. 

Pada saat diwawancarai oleh CNBC (consumer news and business channel), Nikhil Kamath pernah mengatakan:

 “Salah satu hal penting untuk mencapai kesuksesan adalah dengan mengenali ketepatan waktu”

“Kalian harus menyadari fakta bahwa akan selalu ada puluhan ribu orang yang lebih pintar dari kalian. Yang lebih pekerja keras. Dan yang lebih mahir dalam memecahkan masalah yang kalian coba selesaikan.”

Tapi tidak banyak bukan orang yang bisa mengendalikan waktu ?

“Dan hal terbesar yang dapat dilakukan untuk diri kita sendiri adalah waktu, berada ditempat yang tepat pada waktu yang tepat.”

Kita kerap menghabiskan waktu untuk mencari solusi dari apa yang ingin kita selesaikan, padahal banyak waktu yang terbuang sia-sia dari itu.

Contohnya coba pikirkan hal kecil ini terlebih dahulu, saat kita sedang berjalan-jalan atau sedang melamun sendiri ketika sedang buang air besar dikamar mandi, terkadang terbesit ide-ide yang biasanya terinspirasi dari sesuatu yang baru saja kita lihat dan membuat kita tertarik. 

Baru lihat kedai minuman yang penuh sesak pengunjung, pasti tiba-tiba kita pengen buka kedai minuman juga karna kita pikir bisa menghasilkan cuan yang banyak dari situ.

Sebenernya, hal itu normal-normal saja. Konon katanya setiap hari otak manusia itu memproduksi 6000 pikiran. Tapi, pernahkah kita sadar kalau saking seringnya kita berpikir jadinya malah overload ide, terlalu banyak ide bikin jadi banyak pertimbangan, terlalu banyak pertimbangan itulah akhirnya menunda action.

Lantas hal itu malah membuang-buang waktu kita bukan? terlampau banyak memikirkan ide tanpa ada action nya.

Pria sukses asal india ini juga sempat memberikan nasihat dari sebuah permainan catur. Sebelum permainan catur dipopulerkan oleh serial The Queen’s Gambit di Netflix, ada Nikhil Kamath yang begitu menyukai catur, sampai-sampai ia rela putus sekolah di usia 14 tahun dan memilih focus pada bidang catur hingga sering memenangkan kompetisi kejuaraan. 

Orang bodoh mana coba yang rela berhenti sekolah cuma buat focus ke permainan catur yang  mungkin secara logika kita ga bisa menghasilkan apa-apa dari situ buat masa depan.

Ya sepertinya cuma Nikhil Kamath yang berani melakukannya. Dan ternyata keputusannya itu ga sia-sia, Kamath mengungkapkan pada CNBC kalau catur itu mengajarkannya bagaimana bekerja di bawah struktur dalam sebuah sistem. Catur juga mengajarkan sikap berani, berani mencoba dan menjadi kreatif dalam sistem itu,

Fakta menariknya, Nikhil Kamath bisa sesukses sekarang justru bukan karna fokusnya dalam bidang catur, melainkan berkat saham. Loh, kok bisa gitu ?

Nah dari sinilah perjalanan suksesnya dimulai. Keputusannya putus sekolah dan memilih focus dibidang catur tentunya tak sia-sia. Tapi disuatu hari, Kamath gagal memenangkan kompetisi catur tingkat internasional yang ia ikuti. Lantas ia tersadar, catur tidak bisa menjadi patokan dalam karier profesionalnya dimasa depan. 

Ia juga sadar orang yang putus sekolah dan tidak mempunyai gelar sarjana sepertinya akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang tetap, yang artinya ia harus melakukan sesuatu tanpa perlunya menggunakan gelar sarjana.

Melihat sang kakak, Nithin Kamath yang duluan sudah terjun dalam dunia perdagangan saham. Membuatnya ikut terjun dalam dunia saham, ia dan kakaknya langsung berinvestasi untuk keluarga dan temannya. 

Akan tetapi dalam perjalannya, mereka menyadari sistem itu terlalu rumit. Jadi kedua bersaudara itu membangun platform broker  yang sederhana dan terjangkau bagi investor ritel dengan menggunakan tabungan yang mereka punya.

Sampai akhirnya seiring berjalan waktu, pemuda yang tak lulus sekolah itu mencapai titik kesukseksan lewat platform zerodha yang didirikanannya pada tahun 2010 lalu. 

Walaupun sudah lama didirikan, zerodha baru mengalami perkembangan pesat selama masa pandemi ini. Alasannya adalah karna banyak orang yang menghabiskan waktu dirumah dan mencari alternative sumber penghasilan tanpa pergi kemana-mana.

Kini di usia 34 tahun, zerodha menjadi startup pialang perdagangan terbesar di india dan lebih dari 15% perdagangan ritel di india dilakukan melalui platformnya itu. hebat bukan ? ets tunggu, kehebatannya bukan sampai disitu saja.

Nikhil Kamath juga sepertinya bisa melihat peluang dalam perkembangan karier bisnisnya. Ia bisa memanfaatkan waktunya untuk setiap peluang-peluang yang ada. 

Pada saat diwawancara oleh CNBC, ia pernah mengatakan “Jika sebuah industry sudah siap untuk berkembang dan anda berada disana pada saat yang tepat, saya pikir itu akan menjadi peluang bagi bisnis anda untuk sukses secara eksponensial”

Artinya, dalam rangka menetapkan rencana jangka panjang dan target pasarpada bisnisnya, Nikhil Kamath meluncurkan perusahaan manajemen asset true beacon, ia berupaya untuk mengatasi efisiensi dalam manajemen asset tradisional. 

Baginya, manajer investasi atau fund house dan klien tidak pernah selaras, tidak seperti manajer investasi tradisional yang membebankan klien sebagian dari asset yang dikelola serta memberikan biaya dan biaya tahunan. 

Makanya ia membuat inovasi baru dengan mendirikan true beacon yang hanya akan membebankan biaya kepada klien atas kinerja pengelolaan investasi. Pemangkasan potensi pendapatan sebesar 10 persen tersebut mendorong perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Namun, semua kehebatan dan kesuksesan itu bukanlah suatu hal yang ia rencanakan, semua ada sebabnya. Sebelum mencoba dunia perdagangan saham, ia mencoba berdagang hal lain yang tidak membuahkan hasil. Dimulai dari membuka jasa laundry hingga berjualan handphone bekas di usia 17 tahun.

Siapa yang menyangka pemuda terkaya di india ini pernah berjualan handphone bekas, dibalik kesuksesannya sekarang memang sudah banyak hal yang ia coba dalam membuka peluang kariernya.

Beruntungnya Kamath adalah seorang pembaca yang rajin, katanya ia memiliki lebih dari 500 buku dan ia membacanya satu hingga dua buku setiap minggu. 

Dari sana ia belajar banyak tentang pasar saham, ia tahu fakta dari pekerjaannya dalam trading ini tidak membutuhkan kualifikasi, semua orang bisa belajar lewat baca di online maupun buku untuk tahu berbagai sistem dan metodologi investasi serta bagaimana menjadi trader yang handal.

Dari Nikhil Kamath kita sekali lagi belajar jika kesuksesan itu bisa datang kepada siapa saja yang mau bekerja keras dan ga menyerah pastinya. Walaupun bukan berasal dari orang kaya ataupun lulusan universitas ternama, tapi bukan berarti tidak bisa sukses dan punya banyak uang.

Kamath membuktikkan seorang pria biasa yang tak lulus sekolah bisa mempunyai harta mencapai US$ 1,55 billion atau sebesar RP. 21,7 triliun di usia 34 tahun, waw sekali ya! ia merupakan miliarder termuda di india dan masuk ke dalam daftar orang terkaya di india versi forbes.

Jujur bagi aku, Nikhil Kamath ini luar biasa. Ia menyadarkan kalau kita bisa mencari tahu apapun dengan rajin membaca, ini mengigatkan aku dengan seseorang yang sudah sukses mempunyai sebuah perusahaan yang juga rajin dalam membaca buku, ia juga pernah bilang kepadaku, semua informasi itu ada dibuku, kita bisa mencari semua informasi cuma dengan membaca. 

Dari seorang Nikhil Kamath, waktu juga bisa mengajarkan banyak hal, mulai dari waktu yang tepat dalam membangun usaha, lalu mengembangkannya hingga tau kapan harus berhenti dari sesuatu yang tidak akan berguna dimasa depan. Dari Nikhil Kamath kita juga diajarkan bagaimana melihat peluang hanya dengan melihat lingkungan sekitar.

Semoga diusia 34 tahun tersebut kita juga bisa seperti Nikhil Kamath ya temen-temen, terus kalau yang sudah lewat usianya, semoga bisa sukses secepatnya.

Add comment