Elon Musk | Iron Man Versi Dunia Nyata

Elon Reeve Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan pada tanggal 28 Juni 1971, yang merupakan lulusan beasiswa dari The University of Pennyslvania dan memperoleh gelar Bachelor of Science. 

Elon Musk telah menjadi miliuner diusia yang masih terbilang sangat muda ketika ia menjual perusahaan start up nya, yaitu Zip2. Zip2 adalah perusahaan IT yang pertama kali Elon Musk ciptakan bersama saudaranya Kimbal Musk.

Ia tinggal di dalam gudang yang sama tempat ia menyewa kantor, ia bekerja dari pagi hingga sore hari, dan jika ia perlu mandi, ia harus pergi keruang ganti stadion lokal.

Ia membuat perusahaannya tersebut bertahan selama dua tahun pertama dengan mengakumulasikan tabungan dan tentunya itu menjadi tahun-tahun tersulit dalam hidupnya.

Ketika itu, internet sedang mengalami periode pertumbuhan serta perkembangan yang cepat, tapi tidak ada yang pernah mendapatkan uang yang banyak dari situ.

Namun perusahaan Elon Musk merupakan salah satu yang pertama menciptakan sebuah platform dimana surat kabar seperti New York Times dapat menawarkan beberapa layanan komersial tambahan kepada pelanggannya.

Dan di tahun 1999, AltaVista yang merupakan mesin pencari terbesar saat itu yang kemudian diakuisisi oleh Compag, membeli Zip2 sebesar US$ 307 juta (setara dengan Rp.4,3 triliun) tunai dan sekuritas US$ 34 juta (setara dengan Rp. 476 miliar). Kesepakatan itu ternyata membuatnya masuk rekor dengan predikat menjual perusahaan dengan uang tunai.

Dan pada tahun 1999 itulah, Elon Musk mulai bekerja pada sistem pembayaran elektronik yang mulai populer, yaitu Start up X.com yang menjadi bisnis barunya.

Kemudian X.com bergabung dengan perusahaan saingannya, Confinity, yang dijalankan oleh Peter Thiel dan Max Levchin pada bulan maret di tahun 2000.

Di tahun 2001, setelah melakukan merger, X.com berganti nama menjadi Paypal dan Elon Musk menjadi kepala eksekutif dan ketua di Paypal. Ternyata ada ketidaksepakatan dalam startegi serta manajemen dalam tim baru, tapi mereka tidak pernah mempengaruhi dalam pertumbuhan perusahaan.

Elon Musk berperan serta dalam pengembangan model bisnis baru, melakukan kampanye viral yang sukses yang menghasilkan peningkatan pesat dalam jumlah pelanggan. 

Bagi seorang Elon Musk itu adalah langkah awal untuk memulai usahanya saat ini.

Ditahun 2002, Elon Musk mendapatkan uang dari hasil penjualan Paypal sebanyak US $ 1,5 miliar (setara dengan Rp.21 triliun). Elon menerima jatah US$180 juta (Rp.2,5 triliun) untuk bagiannya dari Paypal. 

Nah aku mau tanya dulu nih, kalau temen-temen punya uang triliun rupiah gitu, apa yang akan temen-temen lakukan ?

Pasti temen-temen mau happy-happy kan, terus shopping-shopping syantik atau beli barang favorit terus foto jalan-jalan upload di Instagram buat pamer. Atau malah buat kawin lagi ? atau buat cari pacar baru ?

Lalu apa kalian tahu, apa yang dilakukan oleh seorang Elon Musk dengan uang triliunan tersebut?

Ternyata, Elon tetap tinggal dirumah kontrakan, ia tidak membeli kesenangan apapun, ia tidak membeli kemewahan apapun. Kemudian ia meletakkan semua uangnya sebagai investasi untuk 2 bisnis yang ia bangun kemudian. Yaitu yang pertama space X, sebuah perusahaan antariksa dengan misi menuju Mars. Dan yang kedua adalah Telsa Motors, sebuah perusahaan yang didedikasikan untuk memproduksi mobil listrik.

Insinyur Martin Eberhard dan Marc Tarpenning mendirikan Tesla Motors ditahun 2003. Pendirinya  bermimpi untuk membebaskan pelanggan dari penggunaan bensin atau minyak. 

Tentu saja Elon Musk mendukung gagasan dari para pendiri tersebut. Ia memimpin putaran investasi melalui pembiayaan startup dengan berkontribusi pribadi sebesar US$ 70 juta (setara dengan Rp. 980 miliar).

Ia menjadi ketua dewan direksi meskipun tidak ikut ambil alih dalam manajemen operasional perusahaan pada awal pendirian perusahaan tersebut.

Elon Musk berkontribusi dalam merancang mobil listrik pertama mereka, yaitu mobil sport Tesla Roadster yang berbasis di British Lotus Elise. Ia bersikeras mengembangkan modul baterai dan beberapa elemen desain serta memakai bahan komposit serat karbon pada lambung mobil untuk meminimalkan berat.

“Ketika ada sesuatu yang cukup penting, kamu akan melakukannya meskipun itu tidak menguntungkan.” – Elon Musk

Di tahun 2006, Elon Musk masuk ke surat kabar dan menerima penghargaan desain produk Global Green 2006 untuk desain Tesla Roadster. Tesla Motors terus berkembang dan membangun kumpulan investor dengan jumlah total investasi mencapai lebih dari US$ 100 juta (Rp. 1,4 triliun).

Namun nasib buruk pun mulai membayangi Elon, ketika Tesla Roadster akan memasuki tahap produksi di tahun 2007. Harga jual actual kendaraan listrik itu hampir dua kali lebih tinggi dari harga awal yang direncakan yaitu sebesar US$ 92.000 (sebesar Rp. 1,3 miliar) akibat dari beberapa kegagalan manajemen.

Selain itu juga, Martin Eberhard membuat kesalahan perhitungan strategis, konsep transmisi untuk Tesla Roadster terbukti tidak efektif dan peluncuran dari produksi mobil harus ditunda selama lebih dari setahun. Baca juga: Keinginan atau Kebutuhan.

Selama krisis itu, Elon Musk menunjukkan keterampilan manajemen kritisnya yang luar biasa dengan memecat semua orang yang menghentikan pengembangan proyek, termasuk Martin Eberhard dan beberapa lainnya.

Ia juga terus memotong biaya dengan efektif, yaitu dengan cara menuntut harga yang lebih rendah dari pemasok, mengurangi staf, dan menutup beberapa kantor dan melakukan berbagai langkah strategis lainnya.

Setelah melakukan pembersihan, ia memimpin perusahaan itu sendirian. Tapi Martin Eberhard mengajukan banding ke pengadilan setelah digantikan oleh CEO sementara, Michael Marks. Akhirnya masalahnya pun diselesaikan secara damai sehingga tidak ada konflik yang bocor ke telinga public.

Hasilnya, Tesla Roadster dipublikasikan dan diluncurkan pada tahun 2008 dengan selisi sekitar US$ 20.000 (sebesar Rp. 280 juta) dari harga sebelumnya.

Dan untuk menyelamatkan Tesla Motors, Elon Musk menerima dana tambahan untuk pengambil alihan perusahaan pengembang perangkat lunak Everdream sebesar US$ 120 juta (sebesar Rp. 1,68 triliun) oleh Dell dimana Elon Musk merupakan pemegang saham utamanya.

Elon menginvestasikan US$ 20 juta (sebesar Rp. 280 miliar) terakhirnya di Tesla Motors dan akhirnya ia berhasil menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan.

Elon Musk juga memberikan jaminan pribadi kepada pelanggan untuk mengembalikan uang jika terjadi kegagalan bisnis. Setelah itu, semuanya berjalan lancar.

Meskipun Tesla Motors tidak mendapatkan keuntungan selama 10 tahun. Tetapi pada tahun 2015, satu lembar saham Tesla Motor Incorporation mencapai US$ 220,99 dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$ 27,44 miliar (sebesar Rp. 384,2 triliun). Elon Musk memiliki 30% dari Tesla Motors, Inc. 

Elon Musk pun berambisi untuk memungkinkan orang untuk menjajah Mars, dan mulai berpikir untuk menciptakan sebuah perusahaan eksplorasi ruang angkasa, yaitu SpaceX yang berpusat di Hawthorne, California, Amerika Serikat.

Elon Musk juga terpukau dengan kesempatan untuk menjajah Mars dan menciptakan Mars Oasis. Tujuan dari proyek ini supaya bisa menciptakan rumah kaca otomatis yang dimasa depan bisa menjadi dasar untuk ekosistem mandiri. Tapi tentu saja ada kendala dalam membuatnya, yaitu biaya pengiriman rumah kaca yang mebutuhkan biaya sangat besar untuk ke Mars.

Kemudian Elon Musk mencoba memesan kendaraan peluncuran di Federasi Rusia tetapi ia memutuskan untuk tidak jadi membuat kesepakatan tersebut dengan mereka.

Akhirnya Elon Musk menginvestasikan uang nya lebih dari US$ 100 juta (Rp. 1,4 triliun) untuk merancang kendaraan peluncuran serta pesawat ruang angkasa sendiri yang dapat digunakan kembali. Harga perkendaraan itu sendiri berkisar dari US$ 15 juta (Rp. 210 miliar) di federasi Rusia hingga US$ 65 juta (Rp. 910 miliar) di Amerika Serikat dan tentu saja harga tersebut terlalu tinggi buat para pengusaha. 

Pada bulan agustus 2008, Founders Fund milik mantan mitra Paypalnya, Peter Thiel dan Dave McClure menjadi salah satu investor pertama yang secara finansial mendukung Elon Musk.

Pada bulan juni 2009, Steve Jurvetson atas nama DFJ Venture memimpin putaran investasi yang dirahasiakan termasuk dana pendiri  yang mengeksekusi setidaknya US$ 15 juta (sebesar Rp. 210 miliar) dari US$ 60 juta (sebesar Rp. 840 miliar) yang diusulkan. 

Pada tanggal 9 november 2009, DFJ Venture dan Founders Fund memimpin investasi lain dan SpaceX mengumpulkan dana sebesar US$ 50,2 juta. Setelah semuanya itu, Elon Musk memiliki 66% saham SpaceX.

SpaceX mulai bekerja pada sistem peluncuran Falcon 1 dan dibutuhkan ratusan juta investasi swasta untuk mendesainnya serta diperlukan waktu 4 tahun.

Kemudian perusahaan seperti Defense Advanced Research Project Agency (DARPA), National Aeronautics and Space Administration (NASA), Spacedev, Astrium, dan lain sebagainya mulai tertarik dengan SpaceX dan menjalankan beberapa uji peluncuran roket Falcon1. Pada tiga percobaan pertama gagal, tapi selama upaya penerbangan yang keempat, Falcon1 akhirnya mencapai orbit. Jika percobaan peluncuran yang keempat tadi juga gagal, SpaceX tidak akan pernah ada.

NASA terkesan dengan prestasi itu dan menandatangani akhirnya kontrak sebesar US$ 1,6 miliar (sebesar Rp. 22,4 triliun) untuk menerbangkan astronot Amerika pulang pergi dari orbit Bumi. NASA juga berencana untuk menerbangkan 12 penerbangan dengan menggunakan robot pesawat ruang angkasa Dragon SpaceX dan roket Falcon9.

Namun upaya pertama untuk mendaratkan roket SpaceX Falcon9 di bumi setelah peluncuran mengalami kegagalan, pendaratannya dirasa sangat kasar. Namun demikian, tim SpaceX berhasil melakukan manuver yang sulit untuk mendaratkan roket di platform mengambang di lepas pantai Florida.

Elon Musk menganggap dunia ini telah bergantung pada minyak, ketergantungan itu mengarah kepada ketegangan geopolitik permanen dan perubahan iklim. Oleh karna itu, Tesla Motors dan SpaceX bukanlah bisnis biasa yang dibuat oleh seorang Elon Musk.

Musk kini memiliki kekayaan bersih senilai US$ 82,3 miliar atau sebesar Rp. 1.218 triliun.

Setiap usaha dan jerih payahnya, bahkan ide-ide brilian melalui pengaplikasian yang mantap membuatnya menjadi salah satu orang yang sangat berpengaruh dimasa milenial ini.

Ia tidak membuat perusahaan berdasarkan keinginan dan keuntungan semata-mata, melainkan untuk hal yang lebih besar lagi, yaitu perbaikan lingkungan dan kelangsungan hidup umat manusia.

Sungguh menarik bukan kisah hidup Elon Musk ? Kita bisa mengambil banyak sekali kisah inspiratif maupun pembelajaran dari seorang Elon Musk.

Kesuksesan yang ia raih saat ini sampai menyandang jadi orang terkaya ke 5 di dunia membuat kita semua pasti terpukau akan keuletan dan kepintarannya. Mirip dengan tokoh Iron Man di Marvel tapi dengan versi asli didunia nyata. Pintar, gigih dan bekerja keras untuk sesuatu yang ia yakini.

Add comment