Facebook vs Apple 

Bukan menjadi rahasia lagi jika dua raksasa teknologi asal AS, Apple dan Facebook memiliki hubungan yang tidak harmonis. 

Saat ini pun dua perusahaan teknologi Facebook dan Apple sedang terlibat perselisihan seputar privasi data pengguna.

Siapa yang tidak tau Facebook ? Facebook adalah perusahaan terbesar di antara ribuan perusahaan lain yang melacak data konsumen onlinenya untuk mengetahui kebiasaan dan minat mereka dengan menyajikan iklan yang relevan kepada pengguna. Baca juga: Siri vs Google Assistant.

Sedangkan pihak Apple baru-baru ini ingin mengeluarkan fitur terbaru yang dapat membatasi Facebook untuk mendapatkan data-data pengguna, Nah dari sinilah konflik terjadi….

Perseteruan antara Facebook dan Apple yang terbaru ini yaitu Apple mengumumkan akan merilis fitur baru, yang dinamakan “App Tracking Transparency”. 

Fitur baru ini berlaku pada iOS 14 yang dirilis September 2020 lalu. Namun Apple akhirnya menunda perubahan regulasi akibat protes dari banyak pihak.

Fitur  “App Tracking Transparency” ini yang memungkinkan pengguna Apple mengontrol dan memilih mana saja pengiklan yang bisa men-track data pengguna. 

Fitur ini akan mewajibkan pemberitahuan pop-up dengan keterangan bahwa aplikasi ingin mendapatkan izin untuk melacak pengguna di seluruh aplikasi dan situs web yang dimiliki oleh perusahaan lain. 

Rencana untuk merilis “App Tracking Transparency” ini  pastinya bertolak belakang dengan konsep bisnis Facebook. dengan adanya fitur “App Tracking Transparency” tersebut membuat boss Facebook, Mark Zuckerberg, sedikit dongkol.

Bagaimana tidak? 

Kalau fitur ini jadi diluncurkan, itu akan cukup memotong pendapatan Facebook dari iklan yang didapat dari pengguna Apple. Itulah pula yang membuat perseteruan dua raksasa teknologi ini. 

Pada dasarnya Facebook vs Apple ini bukanlah kompetitor langsung. Bisnis model keduanya cukup berbeda. Apple menghasilkan kekayaan dari penjualan produk dan dari App Store. Sementara Facebook, menghasilkan kekayaan dari iklan. Menjual data pengguna untuk menjadi sasaran marketing yang lebih spesifik. 

Sejak awal Apple terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya dengan cara Facebook berbisnis. 

Berikut beberapa pernyataan perseteruan antara petinggi Facebook dan Apple yang dikutip dari beberapa berita :

CEO Apple, Tim Cook, menuding Facebook memperlakukan pengguna hanya sebagai produk, yang bisa dijual ke pengiklan tanpa memperhatikan pentingnya data pribadi pengguna.

Bahkan pada tahun 2018, Cook pernah mengatakan, bisa saja Apple membuat platform sosial media serupa dengan Facebook, mengumpulkan data pengguna, lalu menjualnya untuk target marketing. “Tapi Apple memilih tidak (melakukan itu),” tegas Cook. Pada 2010 silam, Co-Founder Apple, mendiang Steve Jobs, juga pernah mengingatkan Facebook agar lebih memperhatikan isu data pribadi pengguna.

Lalu dibalas dengan pernyataan tajam, lainnya oleh seorang eksekutif Apple, Jane Horvath. “Sudah jelas Facebook berniat mengumpulkan data (pengguna) sebanyak mungkin. Sesuatu yang sama sekali tidak menghargai data pribadi pengguna,” kata Horvath, seperti dikutip New York Times.

Sikap Apple itu mendapat dukungan dari Roger McNamee, seorang investor Silicon Valley, yang juga tidak suka dengan cara Facebook berbisnis. McNamee mengatakan, budaya Apple adalah memberdayakan pengguna, sementara budaya Facebook adalah mengeksploitasi pengguna. 

Tudingan itu tentu saja membuat Facebook tidak terima, dan balas menyerang. dengan pernyataan. “Mereka menggunakan posisinya yang kuat di pasar untuk memilih data yang mereka kumpulkan, dan membuat pesaing tidak mungkin mendapatkan dan menggunakan data yang sama. Mereka mengatakan itu menyangkut privasi pengguna, tapi sebenarnya itu untuk keuntungan Apple tersendiri,” demikian pernyataan resmi Facebook.

Sedikit sulit memang membayangkan Apple dan Facebook dapat duduk manis bersama, mengingat perseteruan yang semakin memanas dari hari ke hari. Padahal, Jika dicermati, sesungguhnya mereka berdua saling membutuhkan.

Kesimpulan 

Namun dibalik perseteruan panas keduanya, Facebook vs Apple mereka nyatanya saling membutuhkan, Apple butuh Facebook (sebagai pemilik WA dan IG) untuk melengkapi App Store dan iPhone. 

Sebaliknya, Facebook juga butuh Apple. Dengan pengguna iPhone yang mendominasi Amerika, dan cukup besar market sharenya di sebagian Eropa dan Cina, jelas memberi kontribusi besar bagi pendapatan Facebook. 

Kehilangan Apple, dapat membuat pendapatan Facebook anjlok drastic. Dan itu terbukti, sedikit ancaman dengan fitur “App Tracking Transparency” sudah membuat Facebook kalang kabut.

Baik, Sekian pembahasan kita mengenai “Facebook vs Apple” apakah perseteruan ini masih tetap berjalan panas? kita tunggu saja …

Add comment