IGTV Bakal Monetisasi

Social media bukanlah hal yang baru di era milenial sekarang ini. Banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan bermain social media. 

Mulai dari anak-anak sampai orang tua, mulai dai pelajar hingga pebisnis pastinya menggunakannya. 

Platform-platform social media seperti youtube, facebook, tiktok, twitter, maupun instagram yang akan kita bahas divideo kali ini sedang digandrungi oleh banyak orang diera milenial sekarang. 

Instagram yang diluncurkan pertama kali pada 6 Oktober 2010 lalu, lahir dari sebuah perusahaan bernama Burbn, Incorporation. Yang didirikan oleh Mike Krieger dan Kevin Systrom.

Saat instagram diluncurkan pertama kali pada 2010, instagram mengklaim telah memiliki 25.000 orang pendaftar akun.

Instagram sendiri berasal dari kata “instan” dan “telegram”. Kata Instan dimaksudkan seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan foto instan. 

Makna dari itu adalah agar instagram bisa menampilkan foto secara instan seperti polaroid dalam tampilannya. 

Sedangkan kata telegram memberikan makna pada sebuah alat untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat.

Instagram merupakan aplikasi berbagi foto dan video dengan menerapkan beberapa filter digital dan aktivitas berjejaring lainnya.

Fitur-fitur menarik yang ada di intagram, seperti filter-filter keren, instagram story, IGTV, dan kemudahan dalam berjejaring social lainnya membuat pesona instagram mampu melekat dihati para penggunanya.

Setelah instagram merilis instagram shopping bagi para konten creator di instagram feeds dan stories, adanya IGTV Ads akan memberikan akses pada konten creator untuk menghasilkan uang dari instagram lewat monetisasi.

Pada tahun 2018 lalu, instagram membuat gebrakan baru. IGTV yang hanya bisa untuk mengupload video panjang, akhirnya IGTV bakal monetisasi. 

Sebentar lagi, para konten creator di instagram bisa mendapatkan uang dari IGTV Ads.

Instagram berjanji kalau fitur IGTV miliknya tersebut bisa menjadi pesaing berat bagi Youtube. 

Maka dari itu langkah instagram untuk memberikan kesempatan kepada para konten creator untuk melakukan monetisasi pada igtv ini dirasa cukup strategis.

Karena selama ini para konten creator hanya mengandalkan sponsorship dari pihak ketiga untuk menghasilkan keuntungan dari platform tersebut.

Terus pertanyaan yang pastinya akan ditanya oleh para konten creator dengan fitur baru ini adalah berapa banyak uang yang akan diperoleh oleh konten creator itu sendiri ?

Dalam wawancara dengan The Verge, Chief Operating Officer Instagram Justin Osofsky mengatakan bahwa konten creator akan mendapatkan 55% dari pendapatan IGTV Ads yang diperoleh.

Mengingat alasan utama mengapa IGTV kurang begitu popular dimata para konten creator adalah karna tidak adanya pilihan monetisasi. 

Para konten creator lebih memilih youtube karna youtube memiliki Adsense yang menggiurkan.

Jika dibandingkan dengan Youtube, tentunya daya tarik IGTV akan kalah. Youtuber yang sudah melakukan monetisasi bisa menghasilkan uang dari tayangan video yang sudah dibuat. 

Sedangkan instagram sendiri belum bisa membayar sepeser pun untuk konten IGTV sejak diluncurkan karena tidak adanya fitur monetisasi konten. 

Untuk video-video yang menarik juga, IGTV masih kalah dengan TikTok. Bisa dilihat dari pesatnya perkembangan pengguna aplikasi asal China itu yang telah diinstal lebih dari dari 1,5 miliar pengguna internet.

Tapi tidak ada yang tahu kedepannya seberapa cepatnya bisnis ini bakal terus tumbuh.

Apakah IGTV dapat bersaing dengan Youtube ? Apakah para konten creator bisa menghasilkan pendapatan seperti para youtuber terkenal ? 

We’ll see then.

SYARAT MONETISASI

1. Akun Instagram Aktif

Nah syarat ini pastinya tidak bisa dipakai buat para pengguna instagram yang membeli followers lewat jasa penjual followers. Soalnya istagram akan mendeteksi hal tersebut dan menganggap kalo akun instagram kalian sebagai akun spam dan tidak akan menyetujui pengajuan monetisasi kalian.

Terus juga akun instagram kalian dianggap aktif kalau diakun kalian memiliki 30 postingan

2. 10.000 followers

Syarat pertama supaya bisa menayangkan iklan pada video yang dibuat adalah jumlah pengikut/followers yang ada di instagram harus mencapai 10.000 followers.

3. 30.000 viewers

Maksudnya adalah pada akun yang ingin monetisasi harus ada video yang durasinya 3 menit lebih dan harus ditonton 30.000 kali dalam satu menit penayangan dan dalam kurun waktu dua bulan.

Bicara soal monetisasi. Seperti halnya IGTV yang bakal melakukan monetisasi, facebook ternyata sudah membuat facebook ad breaks.

Buat kalian yang belum tau apa itu facebook ad breaks. Facebook ad breaks adalah fitur yang disediakan oleh facebook supaya video di halaman milik kita bisa disisipi iklan. Yang gunanya untuk menghasilkan uang melalui facebook.

Ad breaks adalah sebuah iklan yang berdurasi 20 detik yang muncul disela-sela video dengan durasi minimal 3 menit.

Selagi kalian masih menunggu monetisasi dari IGTV di instagram, kenapa ga kalian coba untuk monetisasi lewat facebook ad breaks terlebih dahulu. 

Bukan hanya menguntungkan buat para pemasar yang ingin memasang iklan, tapi juga bisa memberikan penghasilan lebih buat pengguna yang videonya disisipkan iklan.

Sama seperti syarat untuk melakukan monetisasi di IGTV yang sudah aku sebutkan tadi, pengguna harus mempunyai 10.000 pengikut dihalaman facebooknya, harus ada video yang durasinya 3 menit lebih dan harus ditonton 30.000 kali dalam satu menit penayangan dalam kurun waktu 60 hari, serta harus memiliki akun yang asli dan bukan akun yang bajakan.

Untuk penghasilan yang didapat dari fitur facebook ad breaks tersebut juga sama seperti IGTV ads, pembagiannya 55% untuk pengguna dan 45% untuk facebook.

KESIMPULAN

Dengan adanya IGTV Ads, membuat para konten creator semakin termotivasi untuk membuat konten yang pastinya berkualitas dan beredukasi bagi audiens dengan tetap bisa menghasilkan pund-pundi uang.

Dan juga membuat instagram dituntut untuk harus lebih bertanggung jawab atas konten-konten yang muncul dan kontroversional yang dibuat oleh para konten creator.

 

Add comment