Mengapa Emas Bukan Merupakan Investasi ?

Siapa yang tidak tahu dengan emas ? Mulai dari emas batangan hingga emas yang sering kita pakai seperti cincin, gelang, kalung, dan sebagainya. Mulai dari generasi orang tua hingga kita semua anak muda pastinya menyukai benda logam yang berwarna kuning keemasan itu. Bahkan kita bisa lihat anak kecil pun dipakaikan perhiasan emas saat ini. Maka dari itu, investasi emas seolah menjadi primadona antar lintas generasi.

Emas pertama kali ditemukan disungai, didalam tanah dunia kuno dengan kondisi yang masih sangat alami. Meski tidak tahu kapan pastinya emas ditemukan oleh umat manusia, tetapi emas dipercaya sudah eksis ribuan tahun lamanya.

Pada tahun 40.000 SM (sebelum masehi), pecahan-pecahan emas terlihat di goa-goa Spanyol dan sekitaran tahun 3.600 SM (sebelum masehi), emas sudah diolah hingga melalui proses peleburan oleh para tukang emas Mesir.

Di tahun 2.600 SM (sebelum masehi), penduduk Mesopotamia kuno yang kini menjadi Republic Irak sudah mencetak emas menjadi perhiasan. Penduduk Mesopotamia inilah yang dipercaya sebagai manusia yang pertama kali menggunakan emas sebagai perhiasan. 

Emas merupakan salah satu jenis logam mulia yang sudah lama kita kenal sebagai simbol dari kekayaan dan kemewahan serta merupakan salah satu dari jenis investasi untuk melindungi nilai kekayaan.

Emas sendiri sebagai instrument investasi, yang merupakan Safe Haven. Itu berarti nilainya tidak akan mengalami efek signifikan ketika ekonomi dunia sedang mengalami gejolak.

Bahkan nilai emas itu sendiri juga cenderung selalu meningkat dalam jangka waktu yang panjang serta dapat memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan.

Emas juga merupakan salah satu komoditas berharga yang ada didunia. Saking berharganya logam mulia satu ini, banyak diperdagangkan diseluruh dunia.

Nah mengapa emas bukan merupakan alat untuk investasi ? Padahal emas merupakan barang yang sangat berharga dan nilainya cenderung akan terus naik dalam jangka waktu yang panjang.

Bagi sebagian investor, emas adalah salah satu investasi menarik saat pasar mengalami volatilitas. 

Namun, hal itu tidak berlaku bagi investor kelas dunia seperti Warren Buffet. Waren Bufffet tidak menjadi salah satu investor terhebat dunia lewat investasi emas. Bahkan faktanya, dia sangat membenci logam mulia. Baca juga: System Thinking.

Menurut Warren Buffet, tidak ada hal yang bisa diributkan tentang emas. Warren Buffet melihat nilai emas tidak lebih dari kemauan keras kepala kita untuk melindungi nilainya. 

Warren Buffet juga memandang kalau investasi emas sebagai tindakan bodoh dan dalam beberapa kesempatan, Warren Buffet mengungkapkan pendapat yang kurang bagus tentang emas. 

Dalam pidatonya tahun 1998 di Harvard, Warren Buffet mengatakan emas digali di afrika atau disuatu tempat, kemudian kita melelehkannya, menggali lubang ditempat lain, menguburnya lagi, dan membayar sejumlah orang untuk berjaga-jaga disekitarnya. Emas itu tidak ada kegunaannya, tegas Warren Buffet dalam pidatonya.

Opini tersebut berdasarkan pada asumsi bahwa emas tidak memiliki kegunaan kecuali pada nilai tertentu yang diberikan oleh manusia padanya. Secara historis, emas digunakan sebagai mata uang, tetapi hanya karna emas itu langka dan sejumlah orang menganggapnya mahal, tidak lantas berarti emas adalah investasi. Ini berlaku bagi orang-orang seperti Buffet yang lebih memperdulikan aliran uang (cashflow).

Pada tahun 2009, Warren Buffet sekali lagi meremehkan emas. Dalam wawancaranya dengan CNBC (Consumer News and Business Channel), Buffet menanggapi negative pertanyaan soal investasi emas. Pertanyaan yang ditanyakan pada Warren Buffet adalah dimana emas akan berada dalam lima tahun kedepan dan apakah layak emas menjadi bagian dari investasi yang bernilai?

Buffet menjawab “Saya tidak punya pandangan tentang dimana emas itu akan berada, tetapi satu hal yang bisa saya katakan pada anda adalah saya tidak akan melakukan apapun antara sekarang dan lima tahun kedepan kecuali melihat anda. Ketika anda tahu, coca-cola akan menghasilkan uang dan saya kira Wells Fargo juga akan menghasilkan banyak sekali uang, maka akan lebih baik untuk mempunyai angsa yang terus bertelur daripada angsa yang hanya duduk-duduk dan membutuhkan tempat penyimpanan, asuransi dan sejenisnya.” 

Pada wawancara yang dilakukan oleh CNBC (Consumer News and Business Channel)  saat itu, emas berharga sekitar $900 dan sudah naik sekitara 45%. Sementara saham coca-cola sudah naik 100% dan Well Fargo naik 200%, penilaian tersebut belum termasuk nilai dividen yang dibagikan.

Berarti kesimpulannya adalah Warren Buffet tentunya tidak berminat sama sekali pada investasi emas. Buffet berpendapat kalau saham-saham yang bagus bisa memberikan imbal hasil yang jauh lebih baik.

Namun baru-baru ini ditahun 2020, perusahaan investasi milik Waren Buffet menambahkan portofolio saham emiten emas, dengan memborong saham Barrick Gold Corp senilai $565 juta. Buffet mengambil posisi baru di Barrick dengan membeli 20,9 juta saham atau 1,2% dari saham perusahaan yang beredar.

Walaupun Buffet pernah memperingatkan untuk tidak berinvestasi  emas, tapi sekarang penambang emas mendapatkan keuntungan dari melonjakya harga emas batangan yang meningkatkan margin keuntungan dikarenakan biaya produksi telah stabil, membuat mereka menjadikan investasi saham emas ini semakin menarik.

Nah tapi disisi lain banyak juga yang tidak sependapat dengan opini Warren Buffet tentang pandangan buruknya soal berinvestasi emas. Penggemar emas pun bermunculan dimana-dimana sehingga investasi emas bisa menjadi pilihan yang sangat menguntungkan maupun menjerumuskan.

Michael Kosares yang merupakan salah satu senior dalam bisnis investasi emas di amerika serikat pernah memberikan beberapa panduan jika ingin melakukan investasi dalam bentuk emas. 

Menurutnya emas adalah asuransi kekayaan dan karna itu keputusan investasinya tidak bisa dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan investasi saham maupun property. Karakteristik suatu emas yang tidak dimiliki oleh investasi yang lain adalah imbal hasilnya tidak tergantung pada kemampuan pihak lain untuk membayar bunga atau return tertentu.

Oleh karna itu, tidak peduli apa yang terjadi pada perekonomian suatu negara dan pasar saham, pemilik emas akan mendapatkan keamanan dengan memiliki logam kuning tersebut.

Michael Kosares juga menuturkan tujuan utama dari investasi emas adalah untuk melakukan diversifikasi sehingga kekayaan secara keseluruhan tidak terancam oleh ketidakpastian ekonomi.

Meskipun investasi emas termasuk favorit pada sebagian masyarakat, tapi masih banyak sekali masyarakat yang belum paham bagaimana cara untuk berinvestasi emas yang akhirnya mereka malah mengalami kerugian besar. 

Banyak juga wanita membeli emas untuk alasan bisa menjadi investasi sekaligus untuk mempercantik diri. Padahal emas yang dibeli dan sudah diolah harganya akan jatuh ketika dijual kembali atau digadaikan ketimbang saat pembelian. Maka dari itu investasi emas yang baik itu sebaiknya dalam bentuk batangan, bukan dalam bentuk perhiasan.

Banyak juga yang mengincar investasi emas karna menginginkan keuntungan yang instan, akibatnya banyak yang tertipu dengan iming-iming laba luar biasa dalam waktu yang singkat.

Nah balik lagi pada nasehat Warren Buffet kalau imbal dari hasil emas itu terhitung rendah ketimbang imbal dari hasil investasi yang lain. Seperti alasan yang dikatakan oleh Michael Kosares juga mengapa banyak orang memiliki emas adalah untuk melindungi kekayaan mereka.

Intinya sebelum berniat ingin melakukan investasi emas, tanyakan dahulu pada diri sendiri kenapa ingin menanamkan kekanyaan dalam bentuk emas. Jikalau menginginkan imbal hasil tinggi dalam waktu yang singkat, maka lebih baik jika kalian berinvestasi dalam bentuk reksadana.

Namun bila kalian mau meninggalkan warisan yang berharga buat anak dan cucu serta menjaga nilai dari sebagian kekayaan kalian dari krisis ekonomi, maka investasi emas adalah pilihan tepat.

Add comment