Menjadi Spesialis atau Serba Bisa ?

Saat kita kecil dulu, kita pasti sering diajarkan oleh orang tua kita untuk fokus pada kemampuan kita yang paling digemari dan mumpuni. Setiap orang pasti punya kemampuan ini, entah itu dalam bidang akademis, olahraga, seni, atau bidang lainnya.

Namun, saat kita masuk bangku sekolah. Kita cenderung diajarkan untuk belajar banyak hal, tetapi tidak mendalaminya.

Kita diharuskan untuk bisa mendapatkan nilai sempurna di semua mata pelajaran atau kita tidak akan lulus. Kurikulum juga hanya memberikan Anda pengetahuan terbatas mengenai berbagai macam hal.

Dari contoh kasus sehari-hari di atas akan kita bahas lebih lanjut melalui video ini yaitu “pilihan menjadi spesialis atau menjadi serba bisa” pada karir masa depan kita

spesialis atau menjadi serba bisa?

Memiliki pilihan untuk menjadi serba bisa kalian dapat melakukan banyak hal. Sementara itu, jika menjadi spesialis hanya bisa melakukan satu hal, tetapi mendalam.

 

Tipe Spesialis 

Spesialis berarti dia dapat disebut sebagai ahli pada bidang tersebut. Sebagai contoh seseorang yang disebut spesialis adalah dokter spesialis anak, programmer, atlit, dan sebagainya.

Orang-orang spesialis ini biasanya mendedikasikan pikiran dan tenaganya pada bidang yang mereka tekuni masing-masing. Jadi tidak mengherankan jika pekerjaan yang mereka lakukan cenderung sangat baik dan sedikit monoton. Baca juga: Facebook vs Apple.

Kelebihan Tipe spesialis ini yaitu

  1. Memiliki Pengetahuan yang luas dalam suatu bidang spesifik.
    Dimana seorang spesialis cenderung mempelajari secara dalam dan mendetail bidang yang dipilihnya, sehingga dia sangat menguasai bidangnya.
  2. Berpotensi memiliki posisi tawar gaji yang lebih tinggi dalam negosiasi gaji
    Tentu saja seorang spesialis akan mendapatkan privilege untuk dapat menegosiasikan gaji lebih tinggi, Mengingat kemampuannya yang mempelajari lebih dalam bidangnya.
  3. Pasar cenderung mencari tenaga Ahli
    Orang spesialis mempunyai wawasan yang lebih dia dalami dan pelajari lagi, sehingga dia pun menjadi lebih dipercayai untuk menghandle pekerjaan tertentu di bidangnya. Spesialis ini mendapatkan pengetahuan dalam bidang khusus mereka, yang sulit didapat dan oleh karena itu posisi spesialis dapat berharga bagi perusahaan.

Namun, bukan berarti tidak ada sisi negatif dari menjadi spesialis. Yuk kita bahas sisi negatif dari tipe spesialis ini.

  1. Pilihan tipe lapangan kerja lebih minim
  2. Pendapat yang dianggap tidak valid di bidang lain
    Spesialis cenderung melewatkan kesempatan dari bidang lain. Padahal, bisa saja bidang yang digeluti saat ini sudah tak dibutuhkan lagi atau banyak pesaingnya.
  3. Fleksibilitas terbatas.

Serba bisa/ Generalis

Nah sedangkan, Seorang serba bisa atau biasa disebut dengan generalis mereka cenderung memiliki kemampuan fast learning dan adaptasi yang sangat baik.

Kita dapat melihat orang yang multitalenta pada seorang freelancer atau orang yang bekerja tidak terikat dengan perusahaan. Mereka dituntut untuk belajar dan mengerjakan apapun yang dibutuhkan perusahaan.

Ditambah lagi di Era digital seperti sekarang memaksa masyarakat untuk bisa melakukan semuanya dengan serba cepat dan serba dinamis.

Menurut David Epstein pada bukunya yang berjudul ‘Range: Why Generalists Triumph in a Specialized World’.

Epstein mengatakan bahwa sekarang kita berada di dunia pembelajaran yang berbentuk wicked environment, dimana kita dapat mengandalkan pola yang hampir selalu sama seperti dulu, karena informasi terus menerus mengalir, 24 jam tanpa henti.

Berbeda jauh jika dibandingkan dengan abad ke-20 dimana semuanya masih berjalan pelan dan fokus sehingga menghasilkan banyak spesialis.

Untuk menghadapi dunia wicked environment ini, Epstein berargumen bahwa sudah saatnya orang menjadi seorang yang serba bisa atau generalis.

Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang banyak bidang dan dapat melihat satu masalah dari berbagai perspektif.

Di era digital, dimana saat ini bisa mendapatkan informasi dengan lebih cepat, situasi ini lah yang cukup menguntungkan menjadi seorang dengan tipe serba bisa. Karena mereka mempunyai proses yang lebih mudah dibandingkan menjadi seorang spesialis yang jelas membutuhkan waktu yang lebih banyak.

Efeknya, banyak perusahaan yang mencari seorang yang serba bisa karena dinilai lebih flexible di segala bidang dan mampu berkontribusi lebih banyak dibandingkan seorang spesialis yang hanya fokus pada satu bidang.

Tipe serba bisa ini pun lebih dipandang kreatif, mampu berpikir out-of-the-box dan menciptakan suatu ide baru yang segar. Namun, tentu saja ada kelebihan dan kekurangan menjadi serba bisa.

Kelebihan bagi tipe yang serba bisa yaitu

  1. Memiliki pengetahuan luas terhadap berbagai bidang.
  2. Dapat memecahkan masalah dari perspektif yang luas.
  3. Memiliki fleksibilitas karir.

Tentu saja, pada sekian banyak kelebihan yang dimiliki orang serba bisa ini tentu saja ada kekurangan yang ada, seperti :

  1. Posisi di perusahaan dapat tergantikan.
  2. Hanya menguasai dasar-dasar dari bidangnya
  3. Beberapa permintaan pasar cenderung lebih memilih skill spesialis untuk menyelesaikan masalah tertentu.

Kesimpulan

Nah, ketika kalian ingin memutuskan antara ingin menjadi spesialis atau serba bisa, kalian pastinya perlu mempertimbangkan dulu tipe skill apakah kalian sebenarnya. Dan karir apa yang kalian ingin jalankan.

Add comment