Pengertian DRM (Digital Rights Management)

Apakah di antara kita sudah ada yang tahu kalau musik yang sering begitu saja kita unduh secara gratis di internet merupakan file yang sudah dibajak? Sekecil apapun pembajakan yang terjadi, pembajakan tentu akan tetap menjadi hal sangat merugikan, bukan? Nah untuk itu, hadirlah sebuah solusi untuk melindungi karya digital tersebut yang disebut dengan DRM.

Penasaran bukan tentang apa itu DRM dan semua yang berkaitan dengan DRM? Yuk langsung kita simak penjelasan dari artikel yang ada di bawah.

Pengertian DRM

Pengertian DRM

DRM merupakan akronim dari Digital Right Management yang dalam bahasa Indonesia berarti manajemen hak digital.

DRM merupakan sebuah sistem yang memiliki tugas untuk mengontrol akses yang digunakan oleh produsen atau pemegang hak cipta agar dapat membatasi penggunaan media digital atau perangkat digital.

Digital Rights Management hadir pada era adanya digital musik di mana pembelian musik menjadi sangat terbuka dan sangat luas. Baca Juga: Pengertian 7 OSI Layer

DRM digunakan untuk mengawasi penggunaan seluruh software. Berbeda dengan copy protection yang berguna mencegah aksi pembajakan, DRM mampu mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap file digital.

File yang dilindungi oleh DRM ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memerlukan media khusus untuk memutar atau membaca file yang bersangkutan.
  • Jumlah pengunduhan dan waktu untuk mengunduh file dibatasi.
  • Hanya beberapa komputer yang dapat digunakan untuk mengunduh file.
  • Sebelum membuka file, ada password atau kata sandi yang diperlukan, bahkan kita sebagai konsumen harus mengirim email konfirmasi kepada penyedia dan atau penyalur file sebelum menggunakannya.

Istilah Dalam DRM

Di dalam DRM, ada beberapa istilah yang umum, di antaranya adalah :

  • DRM Content: DRM Content merupakan konten yang telah ditransformasikan menjadi sebuah konten digital sesuai dengan spesifikasi yang digunakan dalam DRM.
  • Rights: Rights merupakan hak penggunaan sebuah DRM content. Rights dapat membatasi penggunaan konten dalam beberapa aspek seperti lama waktu penggunaan dan jumlah penggunaan. Instansiasi dari rights dinamakan rights object.
  • DRM Agent: DRM Agent adalah perangkat–boleh jadi berbentuk hardware atau software–yang biasanya berfungsi untuk menggunakan DRM content beserta rights yang memiliki keselarasan.

Spesifikasi DRM

Saat ini sudah ada beberapa pihak yang mengeluarkan spesifikasi Digital Rights Management, di antaranya adalah:

  • Microsoft DRM: yaitu DRM yang memiliki tugas menangani proteksi konten digital dengan format yang dikeluarkan Microsoft, seperti WMA (Windows Media Audio).
  • OMA-DRM (Open Mobile Alliance Digital Right Management): merupakan DRM yang dibuat khusus bagi penggunaannya yang ingin memproteksi konten digital pada perangkat mobile.
  • MediaSnap DRM: adalah salah satu DRM yang memiliki fungsi untuk melindungi dokumen dengan format PDF (portable document format).
  • SecretSeal DRM: merupakan DRM yang digunakan untuk memproteksi perangkat lunakdan arsip biner.

Tujuan DRM

Tujuan DRM
Memberikan keamanan dalam pengiriman konten digital.
Membuat konten digital yang dikirim terkirim dalam keadaan yang utuh dalam keadaan utuh sebagaimana kondisi pada saat awal pengiriman dan diterima hanya oleh orang yang berhak menerimanya.
Mencegah pencurian dan pembajakan pada suatu karya digital di internet.
Tujuan umum dari DRM atau Digital Rights Management sejatinya hanyalah memberikan keamanan dalam pengiriman konten digital. Sekarang, banyak kita dapati bahwa konten digital yang ada biasanya diterima dari pihak yang membelinya melalui jalur yang tidak aman, seperti internet.

Dalam dunia internet, ada kemungkinan yang cukup besar bahwa data yang dikirimkan sudah lebih dulu diretas oleh pihak lain yang tidak mempunyai wewenang.

Salah satu tujuan DRM adalah membuat konten digital yang dikirim terkirim dalam keadaan yang utuh dalam keadaan utuh sebagaimana kondisi pada saat awal pengiriman dan diterima hanya oleh orang yang berhak menerimanya.
Pengertian DRM
Digital Rights Management secara garis besar bertugas mencegah pencurian dan pembajakan pada suatu karya digital di internet karena internet merupakan salah satu media yang sangat sering digunakan sebagai sarana distribusi musik dan hal digital lainnya dengan cara yang ilegal atau tidak resmi.

Pro-Kontra DRM

Manajemen hak digital atau DRM telah dan sedang digunakan oleh perusahaan-perusahaan penyedia konten seperti Sony, Apple Inc., Microsoft, dan BBC.

Sejak diluncurkan, DRM dipenuhi dengan berbagai kontorversi. Banyak yang memperdebatkan tentang kepentingan dan hak-hak yang seharusnya diperoleh. Bahkan ada beberapa software yang ditujukan untuk menghilangkan DRM ini.

Contoh penerapan dari DRM adalah aplikasi itunes yang terdapat pada produk Apple karya dari Steve Jobs.

Lagu-lagu yang didapatkan dari Itunes hanya boleh dan hanya bisa diputar oleh Itunes dan Ipod. Itu salah satu bentuk DRM yang ada pada Apple yang juga menjadi keunggulan Apple.

Sistem yang ada ini membuat konsumen yang sudah ‘membeli’ lagu secara online tidak bisa sesuka hati memutar lagu tersebut di media player sembarangan.

Secara kasar, dapat dikatakan bahwa konsumen yang membeli tidak dapat memiliki secara penuh apa yang telah ia ‘beli’ karena terhalang oleh DRM.

Pengertian DRM

Namun, sebagai ‘toko musik digital’ yang paling besar di era ini, Apple iTunes banyak melalukan upaya dalam berbagai hal untuk meredam kontroversi kedua belah pihak–konsumen maupun pelaku industri musik.

Mungkin pertanyaan lain yang muncul dalam benak kita adalah, apakah dengan adanya DRM pasar digital menjadi lebih buruk? Jawabannya adalah bisa jadi. Semua ini dapat kita lihat melalui dua sisi.

Sisi pertama adalah memang benar jika dengan adanya DRM membuat pemilik hak cipta tidak merugi karena adanya pembajakan.

Namun sisi keduanya adalah jika kita kembalikan lagi kepada diri kita sendiri sebagai konsumen. Konsumen mana yang senang diatur dan dikekang dengan pembatasan hak cipta atas sesuatu yang telah kita beli, bukan?

Keuntungan DRM

  • Melindungi mereka yang berkarya di industri musik (termasuk artis) dari aksi pencurian yang merugikan mereka.
  • Sistem menduplikat musik tanpa limit akan membuat setiap orang bebas mengkopi dan mendistribusikan musik tanpa membeli. Hal ini akan mempengaruhi penghasilan mereka yang berkarya di industri musik secara signifikan.
  • Melindungi hasil karya dengan hak cipta dan DRM dapat memastikan semua yang memiliki peran dalam industri memperoleh penghasilan yang seharusnya sehingga industri yang ada dapat terus berlangsung dengan cara yang sehat.

 

Kerugian DRM

  • Tingkat kepuasaan akan sebuah musik yang dibeli secara legal akan terganggu karena konsumen juga terganggu dengan DRM.
  • Saat konsumen perlu untuk melakukan konversi sebuah file musik menjadi format yang berbeda, DRM melarang dan membatasi hal ini dikarenakan dianggap sebagai suatu pembajakan. Hal ini cukup memusingkan bagi para konsumen penikmat musik.

Kesimpulan

Dari artikel yang sudah kita baca di atas, mungkin, dalam prakteknya, DRM seringkali membuat kita sebagai konsumen tidak nyaman karena perlu melakukan pembelian supaya dapat menikmati karya digital secara legal namun memiliki batas penggunaan atas apa yang sudah kita beli.

Terlepas dari ketidaknyamanan yang kita rasakan, Digital Rights Management memiliki tujuan yang sangat baik yaitu untuk menghindarkan karya-karya digital yang sudah susah payah dibuat dari pembajakan yang tentu akan sangat merugikan.

Semoga artikel di atas bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita dan membuat kita sadar untuk terus menggunakan apapun yang legal ya sobat!

Add comment