Pengertian DSS Dalam Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas manusia yang menggunakan teknologi informasi itu sendiri demi mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi sering digunakan untuk merujuk interaksi antara manusia, proses algoritmik, data, dan teknologi.

Mungkin banyak di antara kita yang sudah mengetahui hal-hal apa saja yang berkaitan dengan sistem informasi. Kali ini, gaptex.id akan memberikan informasi seputar DSS Dalam Sistem Informasi. Penasaran? Yuk langsung dibaca saja artikel yang ada di bawah ini.

Pengertian DSS Dalam Sistem Informasi

Pengertian DSS

Decision support systems atau yang disingkat DSS dalam bahasa Indonesia berarti Sistem pendukung keputusan.

 

DSS merupakan bagian dari sistem informasi berbasis perangkat lunak komputer, termasuk sistem berbasis manajemen pengetahuan yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan di dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Decision support systems (DSS) atau bisa juga disebut Sistem pendukung keputusan adalah sistem yang bertujuan untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengakses sebagian besar informasi yang dihasilkan dari berbagai sistem informasi terkait yang terlibat dalam proses bisnis organisasi, seperti sistem otomatis kantor, sistem pemrosesan transaksi, dll.

DSS menggunakan resume dari informasi, pengecualian, pola, dan model analisis.  Sistem pendukung keputusan hanya akan membantu ketika kita membuat keputusan namun bukan berarti harus memberikan keputusan itu sendiri. Baca Juga: Pengertian Acceptance Testing

Pengambilan keputusan dimulai dengan mengumpulkan informasi yang bermanfaat melalui data mentah, dokumen, pengetahuan sendiri, dan atau model bisnis untuk mengetahui dan memecahkan masalah lalu membuat keputusan.

DSS tidak bertujuan untuk menggantikan tugas dari manajer, tetapi untuk menjadi alat untuk membantu manajer itu sendiri. DSS sebenarnya merupakan pelaksanaan atau wujud nyata dari teori-teori pengambilan keputusan yang sudah diperkenalkan lebih dulu oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science.

DSS memiliki cara kerja yang interaktif. Jika dulu saat akan menyelesaikan masalah kita harus melakukan perhitungan nilai minimum, maksimum, atau optimum dengan cara manual, Decision Support System ( DSS ) yang merupakan progresi alamiah dari system pelaporan informasi dan sistem pemrosesan transaksi akan membantu hal-hal tersebut.

Cara Kerja DSS

  • Mendefinisikan masalah yang ada.
  • Mengumpulkan data dan atau informasi yang berlaku.
  • Mengolah data menjadi informasi yang berbentuk laporan grafik atau tulisan.
  • Menentukan jalan alternatif yang dapat berbentuk persentase.

Pengertian DSS Dalam Sistem Informasi

Tujuan DSS

  • Membantu mencari penyelesaian masalah semi-terprogram.
  • Mendukung manajer ketika mengambil keputusan dari suatu masalah.
  • Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.

Dalam pelaksanaannya, DSS bisa juga menggunakan bantuan dari sistem lain misalnya Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

Jenis Keputusan DSS

1. Keputusan Terprogram

Keputusan terprogram yang dimaksud adalah jenis keputusan yang dilakukan secara berulang dan rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik, terjadwal, padat, interaktif, tepat waktu, internal, dan detail.

Prosedur yang dilakukan untuk mengambil keputusan sangat jelas. Keputusan ini utamanya dilakukan oleh manajemen tingkat bawah.

Contoh dari keputusan ini adalah keputusan untuk memesan barang dan keputusan penagihan hutang, menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit pada pelanggan.

2. Keputusan Semiterprogram

Keputusan semiterprogram merupakan keputusan yang bersifat sebagian keputusan dapat diselesaikan oleh komputer namun keputusan lain tetap harus diselesaikan oleh pengambil keputusan itu sendiri. Informasi yang dibutuhkan spesifik, interaktif, internal, real time, dan terjadwal.

Contoh dari keputusan ini adalah mengevaluasi kredit, menjadwalkan produksi dan mengendalikan persediaan, merancang rencana pemasaran, dan mengembangkan anggaran departemen.

3. Keputusan Tidak Terprogram

Keputusan tak terprogram ialah keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi secara berulang atau jarang terjadi. Informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang bersifat umum, luas, internal, dan eksternal. Keputusan ini biasanya terjadi pada manajemen tingkat atas. 

Keputusan tidak terprogram terjadi dalam situasi yang tidak biasa ditangani, maka :

  1. Keputusan yang diambil akan menjadi keputusan baru.
  2. Tidak ada peraturan yang harus diikuti.
  3. Keputusan ini dibuat dengan informasi yang tersedia.
  4. Keputusan ini diambil berdasarkan naluri, persepsi dan penilaian.

Contoh dari keputusan ini adalah investasi dan atau pengembangan dalam teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain, perekrutan eksekutif.

Sistem pendukung keputusan umumnya melibatkan keputusan yang tidak terprogram. Laporan ini dibuat dengan cepat. Oleh karena itu, dalam laporan ini tidak akan format yang tetap.

Ciri DSS

  • Memiliki kemampuan beradaptasi dan bersifat fleksibel
  • Tingkat interaktivitas yang tinggi
  • Kemudahan penggunaan
  • Efisiensi dan efektivitas
  • Dikontrol penuh oleh pengambil keputusan
  • Kemudahan pengembangan
  • Dukungan untuk pemodelan dan analisis
  • Dukungan untuk akses data
  • Standalone, terpadu, dan berbasis web

Pengertian DSS Dalam Sistem Informasi

 

Komponen DSS

Berikut adalah komponen Sistem Pendukung Keputusan / Decision Support System:

  • Database Management System (DBMS): Untuk mengatasi masalah data yang diperlukan bisa berasal dari database internal atau eksternal. Dalam sebuah organisasi, data internal dihasilkan oleh sistem. Data eksternal berasal dari berbagai sumber seperti surat kabar, layanan data online, database (keuangan, pemasaran, sumber daya manusia).
  • Model Management System: Ini menyimpan dan mengakses model yang manajer gunakan untuk membuat keputusan. Model seperti itu digunakan untuk merancang fasilitas manufaktur, menganalisis kesehatan keuangan suatu organisasi, meramalkan permintaan akan produk atau layanan, dll.
  • Alat Pendukung: Alat pendukung seperti bantuan online; Diagram-Diagram, interface yang mudah digunakan, analisis grafis, mekanisme koreksi kesalahan, memudahkan interaksi pengguna dengan sistem.

Manfaat DSS

  • Meningkatkan efisiensi dan kecepatan pengambilan keputusan.
  • Meningkatkan kontrol, daya saing dan kemampuan pengambilan keputusan futuristik dari organisasi.
  • Memfasilitasi komunikasi interpersonal.
  • Mendorong pembelajaran atau latihan.
  • Karena sebagian besar digunakan dalam keputusan yang tidak terprogram, maka menggunakan pendekatan baru dan menetapkan bukti baru untuk keputusan yang tidak biasa.
  • Membantu mengotomatisasi proses managerial.

Klasifikasi DSS

Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan DSS. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Text Oriented DSS: berisi informasi yang diwakili secara teks yang dapat mempengaruhi keputusan. Hal ini memungkinkan dokumen dibuat secara elektronik, direvisi dan dipandang sesuai kebutuhan.
  • Database Oriented DSS: Database memainkan peran utama di sini; Ini berisi data terorganisir dan sangat terstruktur.
  • Spreadsheet Oriented DSS: berisi informasi di lembar penyebaran yang memungkinkan pembuatan, pengamatan, modifikasi pengetahuan prosedural dan juga menginstruksikan sistem untuk menjalankan instruksi mandiri. Alat yang paling populer adalah Excel dan Lotus 1-2-3.
  • Solver Oriented DSS: didasarkan pada pemecah, yang merupakan algoritma atau prosedur yang ditulis untuk melakukan perhitungan tertentu dan jenis program tertentu
  • Rules Oriented DSS: mengikuti prosedur tertentu yang diadopsi sebagai peraturan.
  • Compound DSS: dibangun dengan menggunakan dua atau lebih dari lima struktur yang dijelaskan di atas.

Tipe DSS

Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.

  • DSS pasif yaitu DSS yang berguna untuk mengumpulkan data dan membuatnya terorganisir secara efektif, tidak memberikan suatu keputusan yang spesifik, hanya menampilkan data.
  • DSS aktif yaitu DSS yang memproses data dan memberikan solusi yang berasal dari data yang diperoleh.
  • Model Driven DSS yaitu tipe DSS yang memiliki cara kerja para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model keuangan demi mendapatkan penyelesaian masalah tanpa harus mengumpulkan data.
  • Communication Driven DSS adalah DSS yang banyak dikombinasikan dengan metode atau aplikasi lain supaya dapat memberikan rangkaian penyelesaian masalah.
  • Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
  • Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
  • Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS.

Keuntungan Dan Kerugian Menggunakan DSS

KeuntunganKerugian
Proses pengambilan keputusan menjadi pengalaman belajar.Sulitnnya pemodelan sistem bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh dari entity.
Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi.
Model memberikan daya peramalan.
Model membutuhkan biaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi).
Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.

Kesimpulan

Artikel yang sudah kita baca di atas tentunya sudah sangat jelas membahas semua yang berhubungan dengan DSS dalam sistem informasi, mulai dari pengertian, keuntungan dan kerugian penggunaan DSS dan hal lain yang memiliki kaitan dengan DSS. Semoga artikel di atas dapat menambah pengetahuan serta bermanfaat bagi kita yang membacanya ya, sobat!

Add comment