Pengertian Functional Testing

Hallo sobat gaptex.id, kali ini kita akan memberikan informasi masih seputar software testing, yaitu functional testing. Pasti banyak di antara kita yang belum tahu, kan? Apa sih functional testing itu? Apa saja tahap melakukan functional testing, apa fungsi, kelebihan dan kekurangan dari functional testing atau pengujian fungsional? Nah, untuk menjawab semua pertanyaan tentang si functional testing ini, yuk kita scroll dan baca dengan seksama artikel yang sudah tersedia di bawah ini.

Pengertian functional testing

Pengertian Functional Testing

Black Box Testing atau yang sering dikenal dengan sebutan Functional Testing adalah metode software testing yang digunakan untuk menguji perangkat lunak tanpa mengetahui struktur internal kode atau Program.

Dalam pengujian ini, penguji mengetahui apa yang harus dilakukan oleh program namun tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara untuk melakukannya.

Pengujian Fungsional adalah jenis pengujian yang tugasnya adalah melakukan verifikasi bahwa seluruh fungsi aplikasi pada perangkat lunak sudah beroperasi sesuai dengan apa yang perancang diharapkan. Baca Juga: Pengertian Integration Testing

Functional testing melibatkan pemeriksaan aspek berupa antarmuka Pengguna, API, Basis Data, keamanan, aplikasi server atau pengguna dan fungsi-fungsi lain yang beroperasi dari aplikasi yang diuji.

Functional Testing dapat dilakukan secara manual atau secara langsung oleh manusia yang biasa disebut dengan tester, juga dapat menggunakan sebuah Software Tester.

Meskipun pengujian dengan functional testing ini biasanya dilakukan di bagian akhir dari siklus pengembangan, tiap-tiap komponen dan proses sebenarnya juga dapat diuji pada awal pengembangan, bahkan dapat diuji sebelum sistem dinyatakan berfungsi, testing ini pun bisa dilakukan untuk seluruh sistem.

Pengujian ini memerlukan pemikiran mengenai kemungkinan terjadinya fungsi yang hilang. Penguji bahkan diminta membuat daftar fungsional tambahan yang bisa dikembangkan oleh suatu produk selama proses pengujian fungsional.

Functional Testing memiliki inti yaitu penguji melakukan uji berdasarkan fungsi-fungsi pada aplikasi yang akan dibangun. Misalnya, fungsi button save, edit, delete. Penguji harus dapat membuktikan bahwa catatan tersebut benar-benar ter-save, edit atau delete.

Bagian Functional Testing

Pengertian functional testing

1. Unit Testing, yaitu pengujian yang memiliki tujuan untuk mengisolasi tiap-tiap bagian program dan mengecek setiap bagian tersebut apakah sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
2. Integration Testing, merupakan pengujian yang bertujuan untuk membuat kombinasi dari bagian-bagian aplikasi demi menentukan apakah bagian tersebut bisa berjalan benar secara bersamaan.
3. System Testing, adalah pengujian yang dilakukan setelah sukses pada integration testing. Pengujian ini dilakukanlah secara keseluruhan hingga ditentukan apakah sistem secara menyeluruh sudah sesuai dengan standar kualitas ataukah belum.
4. Regresion Testing, merupakan testing yang tujuannya untuk mengatasi revisi sehingga tidak ada masalah baru yang ditimbulkan dari pengujian software sebelum-sebelumnya.
5. Acceptance Testing, yaitu pengujian yang memiliki hubungan dengan quality assurance.

Kelebihan Functional Testing

  1. Cocok digunakan untuk segmen dengan kode yang besar.
  2. Tidak membutuhkan akses dari kode.
  3. Menjadi perantara antarperspektif pengguna dan pengembang.

Kelemahan Functional Testing

  1. Ruang ujinya terbatas karena hanya sebagian kecil dari daftar pengujian yang akan diujikan.
  2. Pengujian kurang efisien dikarenakan keberuntungan tester berasal dari pengetahuan tentang perangkat lunak secara internal.
KelebihanKelemahan
Cocok digunakan untuk segmen dengan kode yang besar.Ruang ujinya terbatas karena hanya sebagian kecil dari daftar pengujian yang akan diujikan.
Tidak membutuhkan akses dari kode.Pengujian kurang efisien dikarenakan keberuntungan tester berasal dari pengetahuan tentang perangkat lunak secara internal.
Menjadi perantara antarperspektif pengguna dan pengembang.

Apa Yang Diuji Di Dalam Functional Testing?

Functional Testing adalah pengujian yang dilakukan untuk memerikasi fungsi-fungsi yang terdapat di aplikasi software yang sedang dibangun.

Contohnya, fungsi button save, edit, atau delete. Seorang tester atau penguji harus bisa membuktikan bahwa record tersebut benar-benar berjalan sesuai fungsinya masing-masing.

Tujuan utama pengujian Fungsional ini adalah untuk memeriksa fungsi-fungsi yang ada pada sistem perangkat lunak. Hal ini berkonsentrasi pada :

  • Fungsi-fungsi arus utama : Functional testing menguji fungsi-fungsi utama dari sebuah aplikasi.
  • Kegunaan Dasar : Pengujian ini melibatkan pengujian dasar dari kegunaan sistem. Pengujian ini juga memeriksa apakah pengguna dapat dengan bebas mengakses melalui layar tanpa mengalami kesulitan.
  • Aksesibilitas : Memeriksa aksesibilitas sistem untuk pengguna
  • Kondisi Kesalahan : Penggunaan teknik pengujian yang bertujuan untuk memeriksa masalah yang ada atau kondisi kesalahan. Hal ini memeriksa apakah ada kesalahan yang sesuai ditampilkan.
Setiap fungsi sistem dari suatu software akan diuji dengan cara memberikan input yang sesuai, melakukan verifikasi output untuk kemudian membandingkan hasil yang tersedia dengan hasil yang diharapkan.

Apabila hasil dari output yang ada sesuai dengan harapan yang dirancang, maka software yang diuji berarti sudah baik, namun apabila yang dihasilkan ternyata tidak sesuai dengan rancangan, maka bagian tersebut akan memuat error.

Tahap Functional Testing

Dalam prakteknya, functional testing ini memiliki lima tahap, di antaranya adalah :
1. Penentuan fungsionalitas yang dibutuhkan terhadap aplikasi atau software
2. Penentuan data pengujian sesuai dengan spesifikasi dari aplikasi atau software
3. Penentuan output berdasarkan spefisikasi yang ada pada software atau aplikasi
4. Penulisan tahapan-tahapan test dan eksekusi pengujian
5. Perbandingan antara hasil aktual dan hasil yang diharapkan berdasarkan rencana awal dilakukannya pengujian.
Teknik yang digunakan untuk pengujian dan pengetahuan terbatas dari cara kerja kode program internal. Tester memiliki akses terhadap dokumen design dan database sehingga tester dapat melakukan pengujian data dan rancangan program.

Cara Melaksanakan Functional Testing

Untuk menguji aplikasi secara fungsional, mari kita perhatikan langkah-langkah yang ada di bawah ini sebagai berikut :

  • Memahami Persyaratan Rekayasa Perangkat Lunak.
  • Membuat input data berdasarkan spesifikasi fungsi.
  • Tentukan output berdasarkan spesifikasi fungsi.
  • Menjalankan uji kasus atau test case.
  • Bandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil keluaran yang aktual.

Pengertian functional testing

Fitur atau fungsi diuji dengan cara memberi mereka input dan memeriksa output. Pengujian fungsional memastikan bahwa persyaratan dipenuhi dengan baik dan benar oleh aplikasi.

Jenis pengujian ini tidak berkaitan dengan bagaimana pemrosesan terjadi, melainkan dengan hasil pemrosesan. Ini melakukan simulasi terhadap penggunaan sistem aktual tetapi tidak membuat asumsi struktur sistem.

Selama pengujian fungsional, teknik pengujian Black Box digunakan, di mana logika internal sistem yang diuji tidak diketahui oleh tester.

Pengujian fungsional lebih efektif ketika kondisi pengujian dibuat langsung dari persyaratan pengguna / bisnis.

Karena ketika pengujian dibuat dari dokumentasi sistem (persyaratan sistem / dokumen desain), cacat dalam dokumentasi itu kemungkinan tidak akan terdeteksi ketika melalui pengujian dan ini mungkin bisa menjadi penyebab kemarahan pengguna ketika mereka akhirnya menggunakan perangkat lunak yang dibuat.

Kesimpulan

Dari artikel yang sudah sama-sama kita baca di atas, jelas sesuai namanya bahwa functional testing atau pengujian fungsional adalah pengujian yang bertugas memeriksa seluruh fungsi software yang sudah dirancang sebelum akhirnya akan dirilis.

Pada artikel di atas juga kita sudah mengetahui tahap, bagian-bagian, cara melakukan dan tahap-tahap dari pengujian software dengan metode pengujian fungsional.

Semua informasi dituliskan di atas mungkin belum cukup mengatasi rasa ingin tahu kita sebagai pembaca tentang software testing terutama tentang functional testing, namun semoga apa yang sudah dituliskan di atas bisa memberi sedikit manfaat pada kita ya sobat!

Add comment