Pengertian Network Functions Virtualization (NFV)

Kali ini kita akan membahas tentang NFV atau Network Functions Virtualization yang merupakan konsep arsitektur jaringan yang menggunakan teknologi virtualisasi IT untuk virtualisasi seluruh kelas fungsi node jaringan menjadi blok bangunan yang dapat terhubung atau digabungkan bersama, untuk menciptakan layanan komunikasi. Utuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan yang ada pada artikel di bawah!

Pengertian Network Functions Virtualization (NFV)

Pengertian NFV

Network Funtions Virtualization (NFV) adalah konsep arsitektur jaringan yang menggunakan teknologi virtualisasi untuk memvirtualisasikan seluruh fungsi platform jaringan dan fungsionalitas hardware.

Secara sederhana, NFV mampu menawarkan fungsi, jaringan, dan infrastruktur jaringan sebagai sebuah layanan, bukan sebagai sebuah fitur di dalam sebuah sistem yang terintegrasi. NFV adalah salah satu bagian dari arsitektur SDN ( Software Defined Network). Baca Juga: Apa Itu Zero-Day Exploit?

Kita sudah pernah membahas tentang SDN sebelumnya, SDN ini memiliki konsep yang berhubungan dengan NFV, namun mengacu pada domain yang berbeda.

Intinya, Software Defined Networking (SDN) merupakan pendekatan untuk membangun peralatan jaringan data dan perangkat lunak yang memisahkan elemen abstrak dari sistem NFV. Hal ini dilakukan dengan memisahkan bidang kontrol dan bidang data satu sama lain, sehingga bidang kontrol berada pada pusat dan komponen penerusan tetap terdistribusi. Baca Juga: Pengertian Software Defined Networking

Komponen NFV

  • NFV Infrastructure (NFVI) — sumber daya fisik(compute, storage, network) dan virtual yang membuat infrastruktur.
  • Virtualized Network Functions (VNFs) — implementasi software dari fungsi jaringan
  • NFV Management and Orchestration (NFV MANO) — manajemen dan lapisan control yang berfokus pada semua tugas-tugas manajemen khusus virtualisasi yang diperlukan selama siklus hidup VNF.

Bagian-bagian NFV

Bagian-bagian NFV terdiri dari tiga komponen utama di antaranya adalah:

  • Fungsi jaringan virtualisasi adalah implementasi perangkat lunak fungsi jaringan yang dapat digunakan pada fungsi jaringan infrastruktur virtualisasi (NFVI).
  • Network Functions Virtualization Infrastruktur (NFVI) adalah totalitas semua komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang membangun lingkungan tempat NFV ditempatkan. Infrastruktur NFV bisa menjangkau beberapa lokasi. Jaringan yang menyediakan konektivitas antara lokasi ini dianggap sebagai bagian dari infrastruktur NFV.
  • Fungsi jaringan manajemen virtualisasi dan Kerangka Arsitektur NFV-MANO adalah kumpulan semua blok fungsional, repositori data yang digunakan oleh blok ini, dan titik referensi dan antarmuka yang melaluinya blok fungsional ini bertukar informasi untuk tujuan mengelola dan merancang NFVI.

Framework NFV

Framework NFV adalah sebuah desain infrastruktur yang dikeluarkan oleh ETSI (European Telecommunications Standards Institute). Framework NFV ini digunakan untuk menstandarisasikan desain arsitektur dari NFV itu sendiri.

Pengertian Network Functions Virtualization (NFV)

Jadi dengan adanya framework tersebut ketika kita akan mengimplementasikan NFV, itu bisa dijadikan sebagai solusi rancangan sistem yang akan dibuat. Tujuan adanya framework tersebut pada dasarnya akan membuat fungsi-fungsi yang ada di NFV menjadi modular.

Dalam framework tersebut terdapat beberapa bagian atau layer diantaranya ada Network Function Virtualization Infrastruktur (NFVI), Virtualised Network Funtion (VNF), Element Management System (EMS), dan  Operations and Bussiness Support System (OSS/BSS) 

VNF, EMS, dan OSS atau BSS itu semua berjalan di layer NFVI. NFVI sendiri bisa dibagi menjadi dua infrastruktur, yaitu :

  • Pertama adalah Physical infrastructure yaitu computing hardware, storage hardware, dan netwrok hardware.
  • Kemudian yang kedua adalah software infrastructure, infrastruktur ini berfungsi untuk menjalankan virtualization layer menggunakan teknologi yang disebut dengan hypervisor. Hypervisor ini nantinya untuk menjalankan virtual computing (ESXi, KVM, QEMU), virtual storage (LVM, NFS), dan virtual network (MPLS VPN, VRF).

Manfaat modularitas NFV

Saat merancang dan mengembangkan perangkat lunak yang menyediakan NFV, vendor dapat menyusun perangkat lunak tersebut ke komponen perangkat lunak dan mengemas komponen tersebut menjadi satu atau lebih gambar (tampilan penerapan arsitektur perangkat lunak).

Komponen perangkat lunak yang didefinisikan vendor ini disebut Komponen VNF (VNFC). NFV lalu diimplementasikan dengan satu atau lebih VNFC dan diasumsikan, meskipun tanpa kehilangan generalitas.

VNFC umumnya harus dapat ditingkatkan dengan mengalokasikan CPU fleksibel (virtual) ke masing-masing contoh VNFC, lapisan manajemen jaringan dapat meningkatkan (skala vertikal) VNFC untuk memberikan throughput kinerja dan skalabilitas melalui satu sistem atau satu platform tunggal.

Demikian pula, lapisan manajemen jaringan dapat memperkecil (yaitu, secara horisontal horizontal) VNFC dengan mengaktifkan beberapa contoh VNFC melalui banyak platform dan oleh karena itu, mencapai spesifikasi kinerja dan arsitektur sementara tidak mengorbankan stabilitas fungsi VNFC lainnya.

Kenapa Harus NFV?

Ketika banyak orang sudah sangat terbiasa dengan server virtual, kemudian mulai ada yg mempertanyakan: mengapa Network Function (NF) harus masih tergantung pada hardware tertentu? Bukankah, apabila NF dapat berjalan pada perangkat yang lumrah dan mudah didapat, implementasi NF pada jaringan akan lebih cepat, mudah dan murah?

Pengertian Network Functions Virtualization (NFV)

NFV adalah konsep yang dimunculkan untuk membuat NF yang dapat diimplementasikan seluruhnya secara software-base, dan kemudian untuk dijalankan pada industry-standard hardware. Secara umum, industry-standard hardware menunjuk pada server-server umum (Intel x86) yang tersedia di pasar beserta kelengkapannya seperti switch ethernet standard.

Dengan konsep ini, sebuah NF (contoh Session Border Controller) dapat didistribusikan ke perusahaan hanya sebagai software. Yang perlu dilakukan oleh perusahaan, hanyalah melakukan prosedur instalasi pada infrastruktur data-center saja. (cukup dengan perangkat standard seperti rack-mounted atau blade-server yang saling terhubung dengan switch ethernet).

NFV menjadi teknologi yang akan menghemat biaya operasional dan pengembangan infrastruktur yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga mereka tidak perlu menunggu para vendor ketika mereka ingin terus meningkatkan pelayanan kepada para konsumen. Melalui NFV, sebuah sistem yang tadinya memiliki bentuk fisik berupa hardware yang memakan tempat dan biaya, bisa berubah menjadi sebuah software yang dapat tersimpan dalam cloud.

Physical vs. Virtual NF

Berikut ini adalah perbandingan antara NF dan NFV.

Keterbatasan NF secara fisik:

  • Fragmented non-commodity HW
  • Instalasi fisik per appliance per site
  • Utilisasi aset rendah
  • Pengembangan HW relatif lambat dan sulit dilakukan proses kontinu (deploy, upgrade, etc.)
  • Untuk pemain baru, barrier-to-entry untuk pengembangan HW relatif lebih sulit
  • Keterbatasan lain (pemilihan vendor, fitur modularitas, dll.)

Keuntungan NF virtual (NFV):

  • Flexible, extensible
  • Utilisasi aset tinggi
  • Dapat melakukan proses kontinu (deploy, upgrade)
  • Modular
  • Kondusif untuk iklim kompetisi, barrier-to-entry relatif lebih rendah
  • Ekosistem inovatif

Keuntungan Menggunakan NFV

Secara garis besar dapat kita katakan bahwa berikut ini adalah keuntungan menggunakan NFV:

  1. Mengurangi biaya pengoperasian jaringan seperti pemeliharaan perangkat keras.
  2. Mengurangi mengurangi kebutuhan pembelian perangkat keras.
  3. Mengurangi waktu untuk membangun layanan jaringan baru jika ingin dirubah karena tidak perlu mengatur secara fisik,melainkan bisa secara software.
  4. Mudah untuk melakukan upgrade layanan jaringan.

Kesimpulan

Setelah membaca penjelasan yang ada pada artikel di atas, tentu kita jadi tahu pengertian NFV yang merupakan singkatan dari Network Functions Virtualization, selain itu kita juga mengetahui kelebihan, kekurangan dan hal lain yang masih berkaitan dengan NFV yang sudah dibahas pada artikel di atas.

Semoga apa yang sudah kita baca bisa bermanfaat untuk menambah wawasan kita di bidang teknologi informasi ya!

Add comment