Pengertian Regression Testing

Hallo sobat gaptex.id! Kali ini kita masih akan membahas tentang software testing atau pengujian suatu software sebelum akhirnya dirilis atau akan diperbarui. Bedanya, kali ini kita akan membahas tahap yang disebut Regression Testing atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pengujian regresi. Daripada penasaran dan pertanyaan tentang sistem pengujian ini tidak kunjung mendapat jawaban, yuk langsung simak saja artikel yang sudah tersedia di bawah ini!

Pengertian regression Testing

Pengertian Regression Testing

Regression testing merupakan jenis software testing yang digunakan untuk mencari software regression.

Software regression tersebut adalah suatu kondisi dimana software yang sebelumnya sudah ada dan sudah berjalan baik secara tidak sengaja memiliki cacat atau kesalahan dikarenakan adanya perubahan, baik penambahan atau pengurangan pada satu atau beberapa bagian software.  

Regression atau penurunan kualitas yang ada dapat terjadi di modul yang kita ubah, tambah atau kurangkan, dan di modul lain dapat pula ikut terkena dampaknya,  atau bisa juga bug lama yang baru saja ‘muncul’ karena adanya perubahan-perubahan yang kita buat. Baca juga: Pengertian Functional Testing

Regression Testing memiliki sebuah strategi berupa pengujian yang dilakukan dengan cara melakukan uji yang sebelumnya sudah pernah dilakukan pada suatu perangkat lunak.

 

Untuk kemudian melakukannya lagi pada perangkat lunak yang sama akan tetapi dengan versi yang lebih baru untuk memastikan bahwa kualitas perangkat lunak tetap terjaga dan tidak mengalami regresi atau penurunan kualitas dikarenakan ada penambahan atau pembaruan di dalamnya.

Cara melakukan Regression testing ini adalah dengan mengulang lagi eksekusi beberapa kasus uji untuk setiap unit yang telah diintegrasikan. 

Apabila kita menjalankan kembali semua tahapan pengujian yang sudah di tulis ketika masalah terlacak untuk pertama kali, kita akan dapat memastikan bahwa setiap perubahan baru pada sebuah perangkat lunak belum menghasilkan regresi atau komponen yang sebelumnya gagal diatasi.

Tes semacam itu dapat kita lakukan secara manual pada proyek-proyek yang tidak terlalu besar. Namun tentu akan terlalu memakan banyak waktu jika kita harus mengulang serangkaian tes setiap kali pembaruan dilakukan, sebab inilah software regression testing dalam metode yang otomatis sangat dibutuhkan.

Untungnya, untuk memudahkan para tim programmer di seluruh dunia, kini sudah banyak tersedia berbagai program pengujian otomatis yang berfungsi pada tes regresi sehingga relatif lebih mudah dan murah.

Pengertian regression Testing

Dengan Regression Testing otomatis, kita hanya butuh beberapa kali mengklik mouse untuk menetapkan ukuran pengujian dan untuk memeriksa hal yang baru pada kode terhadap garis dasar software sebelumnya.

Beda halnya dengan manual yang mana Regression Testing dilakukan dengan cara mengulang kembali sejumlah kasus uji setiap kali ada sebuah unit yang di integrasikan.

Hal penting yang perlu selalu diingat oleh para pengembang atau penguji suatu software yaitu untuk selalu mengetahui bahwa sekalipun perubahan yang ada adalah perubahan kecil yang tampaknya tidak penting, hal ini dapat menyebabkan suatu hal yang terjadi di luar dugaan, sehingga dapat menggagalkan fungsi yang mungkin bahkan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembaruan yang kita buat.

Pengujian regresi merupakan bagian normal dari proses pengembangan program dan di perusahaan besar,  pengujian ini dilakukan oleh seseorang yang ahli dalam pengujian kode.

Saat kita melakukan tes regresi, kita juga akan memeriksa software untuk memastikan bahwa perubahan yang dibuat ini tidak sekadar berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun juga tidak menyebabkan masalah pada fungsi-fungsi software sebelumnya.

Tujuan Regression Testing

Sesuai dengan pengertian yang sudah ada di atas, tujuan dari regression testing dapat dikatakan adalah sebagai berikut :

  • Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui dan menangkap bug yang mungkin secara tak sengaja masuk ke dalam perangkat lunak yang mengalami pembaruan.
  • Regression testing atau pengujian regresi ini juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bug tua yang muncul dikarenakan penambahan modul software baru dari waktu ke waktu.
  • Memastikan bahwa cacat atau masalah yang sudah diidentifikasi pada saat eksekusi awal dari pengujian dapat segera mendapatkan tindakan lanjutan untuk perbaikan.
  • Melakukan pengecekan apakah ada perubahan pada kode di dalam sistem dapat menjadi sebuah masalah atau memunculkan masalah yang lama.

Pengertian regression Testing

 

Kelebihan Regression Testing

Dari pengertian tentang Regression Testing yang sudah disampaikan di atas, berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem pengujian regresi atau regression testing yang dapat kita rincikan :

  • Pengujian regresi yaitu rangkaian test yang dikembangkan secara bertahap sebagai program yang mampu untuk memeriksa bahwa perubahan pada program belum menampilkan bug baru.
  • Regression Testing ini akan memastikan segala masalah yang terjadi sudah ditangani dengan baik dan diharapkan untuk tidak akan menimbulkan masalah-masalah yang baru akibat dari perbaikan yang dilakukan pada saat melakukan regression testing ini.
  • Tahap regression testing ini tidak hanya berguna untuk melakukan pengujian aplikasi, tetapi dapat juga digunakan untuk melakukan pemantauan kualitas dari output yang dihasilkan.
  • Regression Testing dapat memantau ukuran file, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu tes, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompilasi,dan lain sebagainya.
  • Merupakan bagian penting dari masing-masing tahap proses testing.
  • Regression Testing ini mencakup pengujian ulang terhadap unit, komponen, proses dan atau keseluruhan aplikasi setelah perbaikan suatu kesalahan dilakukan. 

Kelemahan Regression Testing

Selain memiliki kelebihan yang sangat banyak dan sangat amat berguna bagi kita yang ingin memastikan bahwa software yang akan kita perbarui tidak lagi memiliki masalah, Regression testing ini pun tentu juga memiliki kekurangan, yaitu :

  • Regression Testing atau pengujian regresi ini memiliki kelemahan dalam segi dana, pengujian jenis ini memerlukan dana yang tidak sedikit.
  • Dalam beberapa pengujian dengan sistem manual, sistem regression testing ini tergolong memiliki langkah-langkah yang tidak praktis.
  • Biaya pada waktu dan usaha pada regression testing ini terbilang sangatlah tinggi.

Namun, dengan dilakukannya pengembangan test-driven biaya pengujian regresi atau regression testing dapat mengalami penurunan biaya. Pengujian otomatis, yang merupakan dasar untuk pengembangan uji-pertama, secara dramatis mengurangi lamanya pengujian dengan regression testing.

KelebihanKelemahan
Mampu untuk memeriksa bahwa perubahan pada program belum menampilkan bug baruDana yang tidak sedikit.
Memastikan segala masalah yang terjadi sudah ditangani dengan baik dan diharapkan untuk tidak akan menimbulkan masalah-masalah yang baru akibat dari perbaikan yang dilakukan.Tidak praktis.
Dapat digunakan untuk melakukan pemantauan kualitas dari output yang dihasilkan.Biaya pada waktu dan usaha sangatlah tinggi.
Dapat memantau ukuran file, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu tes, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompilasi,dan lain sebagainya.
Merupakan bagian penting dari masing-masing tahap proses testing.
Mencakup pengujian ulang terhadap unit, komponen, proses dan atau keseluruhan aplikasi setelah perbaikan suatu kesalahan dilakukan.

Kesimpulan

Dari artikel di atas dapat kita simpulkan bahwa Regression Testing adalah pengujian terhadap software yang akan melakukan update atau pembaruan. Regression testing atau pengujian regresi merupakan bagian penting yang ada dalam tahap software testing. Selain itu artikel di atas juga sudah memuat kelebihan, kekurangan, tujuan dari regression testing ini.

Mungkin hal seputar Regression Testing yang ada pada artikel di atas belum cukup lengkap untuk memenuhi rasa penasaran kita tentang jenis software testing testinfg yang ada sebab mungkin pengujian software mulai lebih berkembang sesuai dengan semakin cepatnya zaman berkembang.

Semoga apa yang sudah kita baca dalam keterangan yang ada pada artikel di atas dapat memberi manfaat dan sedikit menambah wawasan kita dalam dunia software testing, ya!

Add comment