Pengertian Software Defined Networking

Apakah ada di antara kita yang pernah mendengar tentang apa itu SDN? Eitss, yang pasti bukan Sekolah Dasar Negeri ya, sobat! Kali ini kita akan memabahas tentang SDN yang biasa kita temui di bidang keilmuan Telekomunikasi ataupun Networking. Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa itu SDN, yuk kita simak artikel yang ada di bawah ini!

PENGERTIAN SDN

Pengertian Software Defined Networking ( SDN )

Software-defined networking (SDN) adalah suatu konsep pendekatan jaringan komputer di mana sistem pengontrol arus data dipisahkan dari perangkat kerasnya.

Biasanya, sistem pembuat keputusan ke mana arus data akan dikirimkan dan perangkat kerasnya ini dibuat menjadi suatu kesatuan yang padu. Nah, penemu dan penyedia sistem SDN ini mengklaim bahwa SDN dapat membuat jaringan komputer menjadi lebih sederhana. Baca Juga: Pengertian Page Fault

Konfigurasi SDN ini dapat menciptakan jaringan di mana perankat keras yang bertugas mengontrol lalu lintas data secara fisik dipisahkan dari perangkat keras data forwarding plane. Konsep ini dikembangkan di UC Berkeley dari Stanford University sekitar tahun 2008.

SDN membutuhkan beberapa cara agar control plane bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan pesawat data. Salah satu mekanisme tersebut adalah OpenFlow,  yang sering dianggap sama dengan SDN.

Yayasan The Open Networking didirikan dengan tujuan untuk mempromosikan SDN dan OpenFlow kemudian mempromosikan istilah cloud computing hingga menjadi populer.

SDN merupakan salah satu tahap perkembangan dari “programmable and active networking”. Salah satu penerapan SDN adalah IaaS atau infrastructure as a service. Jaringan virtual SDN dikombinasikan dengan virtual machine (VM) dan virtual storage bisa membuat tiruan pengalokasian sumber daya pusat data yang dinamis.

SDN memungkinkan network administrator untuk mengatur pusat kontrol jaringan melalui sebuah controller tanpa akses fisik ke switches.

Beberapa aspek penting dari SDN adalah :

  1. Adanya pemisahan secara fisik antara forwarding atau data-plane dan control-plane
  2. Antarmuka standard (vendor-agnosic) berfungsi untuk memprogram perangkat jaringan
  3. Control-plane yang terpusat (secara logika) atau adanya sistem operasi jaringan yang mampu membentuk peta logika (logical map) dari seluruh jaringan dan kemudian kembali menampilkannya melalui sejenis API (Application Programming Interface)
  4. Virtualisasi dimana beberapa sistem operasi jaringan dapat mengontrol bagian-bagian (slices atau substrates) dari perangkat yang sama.

PENGERTIAN SDN

Melalui SDN INI kita tidak perlu bergantung pada vendor atau produk tertentu di dalam implementasi jaringan. SDN menciptakan sebuah jaringan yang bersifat universal. Adanya SDN dapat membuat aplikasi jaringan berbasis vendor menghilang.

Sejarah Software Define Network (SDN)

Martin Casado merupakan orang pertama yang mengenalkan Konsep Sofware-Defined Network (SDN), hal ini dilakukan di universitas stanford pada tahun 2007 ini.

SDN pertama sekali diperkenalkan oleh  dengan tulisan Martin Casado pada jurnalnya yang berjudul “Ethane: Taking Control of the Enterprise”. 

Ethane merupakan sebuah penyederhanaan besar-besaran dari dari ethernet switch dengan sebuah kontroler terpusat yang mengatur hak masuk dan aliran routing.

Arsitektur Software Defined Networking ( SDN )

Arsitektur SDN (Software Defined Networking) ini memiliki tiga layer atau bidang, berikut ini adalah arsitektur dari SDN :

  • Application Layer
    Application Layer merupakan bidang SDN yang berisi aplikasi network yang digunakan dalam sebuah perusahaan yang mencakup IDS(Intrusion Detection System), load balancing atau firewall.

    Apabila jaringan tradisional menggunakan alat tambahan untuk menambah fitur tersebut, maka SDN ini akan mengganti cara tersebut dengan sebuah aplikasi yang menggunakan controller untuk mengatur data plane.

  • Control Layer
    SDN Controller ini bertugas mentranslasikan kebutuhan antara aplikasi dan infrastruktur dengan memberikan instruksi yang sesuai dengan SDN Datapath dan relevan dengan SDN Application.
  • Infrastructure Layer

    Infrastuctur layer ini memiliki tugas untuk mengatur SDN Datapath sesuai dengan instruksi yang diberikan melalui Control-Data-Plane Interface (CDPI).

Cara kerja Software Defined Networking ( SDN )

Setelah membahas pengertian, sejarah dan arsitektur dari SDN, kini kita akan membahas tentang cara kerja si SDN ini, atau bagaimana SDN bekerja.

  1. Pertama, pastikan network yang nanti kita praktekkan SDN sudah atau sudah berjalan dengan normal.
  2. Kemudian, si controller akan kita tambahkan ke dalam network tersebut.
  3. Lalu, kita aktifkan openflow pada setiap perangkat dalam network tersebut, maka setelah openflow diaktifkan controller dan perangkat sudah bisa saling kenal dan di kontroller ini akan secara otomatis berkenalan ke semua perangkat (device provisioning system).Bila openflow telah kita aktifkan maka control plane dan data plane di perangkat secara otomatis terpisah, dimana si control plane nanti ke controllernya dan data planenya di perangkat tersebut.
  4. Selanjutnya, pada controller akan muncul yang namanya virtual network.Apa itu virtual network? Virtual network atau jaringan virtual dimana nanti pada controller akan muncul topologi yang mengambarkan setiap perangkat dihubungkan sekaligus pada controller akan mengenali interkoneksi antara switch dan router.
  5. Setelah itu, kita tambahkan policy dan flow pada virtual networknya. Maka nanti controllernya akan melakukan push configuration ke setiap device yang ada dalam network tersebut. Policy dan flow inilah yang nantinya akan mengatur traffic pada jaringan.
Bila kita mengimplementasikan SDN pada jaringan kita, maka jaringan kita tidak akan terganggu. Hanya saja, ketika kita menjalankan atau sudah mengaktifkan openflow maka kita tidak bisa melakukan konfigurasi pada perangkat kita karena data plane di perangkat sudah dipindahkan ke controller.

Jadi kita tinggal konfigurasi pada controllernya saja. Controller sendiri banyak jenisnya seperti floodlight, opendaylight, hp van dan lain-lain.

Manfaat Software Defined Networking ( SDN )

Seperti yang sudah dijelaskan, dengan adanya pemusatan controller, maka pemrograman jaringan dapat dibuat menjadi otomatis dan dapat diubah secara dinamis sesuai kebutuhan, disamping itu, SDN memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Pengurangan terhadap CapEx dan OpEx.
  • Menyediakan fleksibelitas jaringan.
  • Menghilangkan ketergantungan akan vendor tertentu.
  • Memungkin bagi sebuah organisasi untuk meciptakan jenis aplikasi jaringan baru(inovasi).
  • Dapat diprogram secara langsung karena control plane terpisah dari forwarding plane ( data plane ).

PENGERTIAN SDN

  • Pemisahan antara control plane dan forwarding plane menyebabkan administrator jaringan dapat secara dinamis menyesuaikan flow traffic network sesuai kebutuhan intitusi atau organisasi.
  • Network intelligence berada terpusat di SDN controller dan mengelola satu gambaran umum gloal view yang utuh mengenai jaringan, sehingga tampak bagi pengguna hanya terdiri atas satu logical switch saja.
  • SDN memungkinkan network administrator untuk mengelola sumber daya jaringan dengan sangat cepat, melalui program SDN yang terotomatisasi dan dapat ditulis sendiri karena program tersebut tidak bergantung pada proprietary software atau device.
  • Format instruksi controller plan didefinisikan menggunakan open standard dan tidak tergantung pada vendor-specific device atau protokol tertentu, sehingga dapat diwujudkan pada jaringan apapun tanpa terikat oleh vendor dan pada akhirnya akan mempermudah inovasi di bidang jaringan.

 

Kesimpulan

Artikel di atas sudah memberi tahu kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan SDN atau software definded networking, mulai dari pengertian hingga tujuan adanya SDN ini. Mungkin artikel tentang SDN yang ada di atas belum cukup untuk memuaskan rasa ingin tahu kita tentang Software Defined Networking, tapi semoga penjelasan yang sudah kita baca dari artikel di atas cukup bermanfaat untuk menambah wawasan kita sebagai pembaca, ya, sobat!

Add comment