System Thinking

Nah di artikel kali ini kami akan membahas tentang apa itu system thinking..

Jika kalian ingin membuat secangkir teh, masukkan serbuk teh ke cangkir, masukkan gula, tuangkan air, aduk-aduk, lalu tunggu untuk menyeduh teh tersebut. 

Dalam kasus ini, anda bisa mengubah urutannya,  dari memasukkan air dulu, gula lalu serbuk teh dan aduk-aduk sambil menunggu waktu untuk menyeduh. Sistem ini adalah sistem determiniktik, karena kita dapat menentukan hasil dengan mengetahui prosesnya. Baca juga: Posisi Menentukan Prestasi | Perbedaan Duduk Meja Panjang dan Bundar.

Nah System thinking ini mengajak kita untuk berpikir kalo ke untuk ke d kita ga harus ke a b dan c, system thinking ini mengatakan kalau kita ingin melakukan a b dan c bisa saja hasilnya akan mempengaruhi munculnya e dan f  yang hasilnya akan menghasilkan g yang akhirnya justru akan mengganggu munculnya d. Ribet kan hehehe 

Pernah ga si kalian melihat orang-orang sukses di sekitar kalian atau mendengar cerita tentang orang-orang sukses tapi dalam kehidupan akademiknya ternyata tidak lulus sekolahnya. 

Pasti pernah kan mendengar ceritanya temen-temen, etsss tapi jangan kalian berfikir kalo mau menjadi orang sukses itu harus tidak lulus sekolah ya temen-temen, itu salah besar loh. 

Sukses itu di pengaruhi oleh banyak faktor, bukan karna sekolah atau tidaknya seseorang tapi karna berbagai faktor lainnya seperti, motivasi, kerja keras, inovasi, keterampilan, perencanaan, keberuntungan, dan lain-lain.

Oke balik lagi ke judul yang udah kalian baca, menurut Peter Senge dalam bukunya yang berjudul The Fifth Discipline mengatakan bahwa sistem berpikir adalah suatu kerangka kerja untuk melihat keseluruhan proses, melihat hubungan saling keterkaitan dan mengenali pola-pola daripada melhat potret terpotong-potong yang statis.

Kita sering ni berpikir linier, misalnya kita ambil contoh banjir yang selalu ada di Jakarta yang disebabkan karna banyaknya sampah disungai atau limbah pabrik itu bisa di tanggulangi dengan membuat bendungan/waduk, padahal membuat bendungan/waduk itu malah terkendala biaya yang lumayan besar karna pembebasan lahan, dan malah bisa makin banjir lagi karna kelamaan menunggu pembebasan lahan tersebut ya kan..

Nah padahal ni banjir itu bukan perkara soal sampah atau limbah pabrik  saja tapi bisa juga karna pada saat urbanisasi, banyak orang tinggal dipinggiran sungai sehingga membuat daerah resapan banjir menjadi hilang, akibatnya air tidak mampu diserap ditepian sungai lagi dan akhirnya meluas kemana-mana.

Sistem adalah suatu kumpulan pendapat pendapat, prinsip prinsip, dan lain lain yang membentuk suatu kesatuan yang terhubung hubungan satu sama lain.

Jadi berpikir sistem itu kita bukan hanya melihat suatu fenomena dari satu sudut pandang saja, melainkan memahami keterkaitan antar berbagai sisi.

Oke sekarang kita bahas ya gimana cara berpikir linier dan berpikir sistem. Kalau Berpikir Linier itu mencari sebab akibat dalam suatu permasalahan dan melakukan pendekatan analisis, yang artinya membongkar suatu fenomena dalam berbagai elemen-elemen yang lebih kecil. 

Sedangkan berpikir sistem itu memahami pola suatu masalah dan melakukan pendekatan sintesis, pendekatan sintesis itu kebalikan dari pendekatan analisis yang artinya mengkombinasikan elemen-elemen terpisah menjadi satu elemen.

Jadi inti dari system thinking itu mengajak kita untuk berpikir jangka panjang dalam memecahkan suatu masalah, dalam berpikir jangka panjang kita jangan focus pada satu komponen atau satu hal saja, melainkan harus mengindentifikasi pola masalahnya berulang-ulang.

Add comment